Kompak Setujui Perpanjangan PSBB di Gorontalo, 6 Kepala Daerah Usulkan Sejumlah Relaksasi | DAILYPOST.ID

Headlines

Kompak Setujui Perpanjangan PSBB di Gorontalo, 6 Kepala Daerah Usulkan Sejumlah Relaksasi

Foto: istimewa

GORONTALO DAILY– Enam kepala daerah di Gorontalo yakni Wali Kota Gorontalo, Bupati Gorontalo, Bupati Bone Bolango, Bupati Boalemo, Bupati Pohuwato dan Bupati Gorontalo Utara, sepakat perpanjangan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Provinsi Gorontalo.

Hal itu terungkap pada rapat koordinasi dan evaluasi PSBB melalui video konferensi yang dipimpin oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di aula rumah jabatan Gubernur, Minggu (17/5/2020).

Sebelumnya, PSBB periode pertama diberlakukan di enam wilayah itu selama 14 hari sejak tanggal 4 hingga 17 Mei 2020.

Usulan perpanjangan waktu penerapan PSBB periode kedua pun beragam. Dimana untuk penerapan PSBB tahap kedua, bupati dan wali kota mengusulkan sejumlah relaksasi atau pelonggaran untuk beberapa pembatasan yang telah ditetapkan pada Pergub Gorontalo Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman PSBB.

Relaksasi tersebut di antaranya menyangkut waktu beraktivitas, pelaksanaan pasar mingguan dan penyelenggaraan salat Idulfitri.

“PSBB ini harus dilanjutkan, pengetatan perlu dilakukan, serta protokol kesehatan mutlak diterapkan. Saya menyarankan pelonggaran untuk waktu beraktivitas dari pukul 06.00 hingga 19.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita),” saran Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo.

Hal senada juga diutarakan Wali Kota Gorontalo Marten Taha yang mengusulkan kelanjutan PSBB, penyeragaman penyelenggaraan salat Idulfitri, serta pengetatan protokol kesehatan di kawasan pusat perbelanjaan.

“Kalau PSBB ini dihentikan, kita akan kembali lagi ke nol. Untuk salat Idulfitri harus diseragamkan, kalau salat Idulfitri berjemaah, semua di Provinsi Gorontalo harus salat berjemaah. Kalau tidak, ya seluruh daerah juga tidak menggelar Idulfitri berjemaah. Tetapi kita menunggu petunjuk Kementerian Agama, karena agama ini merupakan salah satu urusan yang bukan kewenangannya daerah,” papar Marten.

Sementara itu Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga dan Bupati Bone Bolango Hamim Pou yang mengharapkan relaksasi untuk pasar mingguan dengan memberikan kesempatan kepada pedagang lokal untuk berjualan pada pekan terakhir Ramadan.

Baca Juga |  Guru, Insan Cendekia dan Panggilan Pengabdian

Guna membahas seluruh masukan bupati dan wali kota tersebut, serta untuk mempercepat penyusunan Pergub PSBB tahap kedua, Pemprov Gorontalo akan membahasnya lebih lanjut dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

Gubernur pun meminta Sekertaris Daerah untuk segera menyelesaikan Pergub PSBB tahap kedua malam ini.

“Jam berapapun akan saya tandatangani agar besok tidak ada kekosongan,” tandas Rusli. (**)

Sumber : humas provinsi gorontalo
Comments

Latest News

To Top
%d bloggers like this: