1 Muharram 1442 H, Bupati Nelson: Ini Momentum Evaluasi Diri dan Sifat Individu Manusia | DAILYPOST.ID

Headlines

1 Muharram 1442 H, Bupati Nelson: Ini Momentum Evaluasi Diri dan Sifat Individu Manusia

DAILYPOST.ID – Peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1442 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 20 Agustus 2020 Masehi, menjadi momentum untuk membenah dan mengevaluasi diri masing-masing.

Sebagaimana disampaikan Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo saat menghadiri Gebyar Tutulu dan Kue Apangi, yang dilaksanakan di Masjid Istiqamah, Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah, Rabu Malam (19/8/2020).

“Hijriyah itu kan hijrah, jadi bagaimana yang tidak baik menjadi baik. Dan bagaimana yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Kita bersama-sama membenahi individu masing-masing, mengevaluasi sifat-sifat agar lebih baik lagi,” ucap Nelson.

Menurut Bupati Nelson, Tahun Baru Islam di masa pandemi covid-19 ini adalah momentum yang baik pula bagi umat manusia untuk memulai pola hidup baru, bersih, dan sehat.

“Di era pandemi ini kita juga hijrah ke Norma Perilaku Baru. Kita harus beradaptasi dengan perilaku hidup baru, yaitu menggunakan protokol kesehatan. Jadi, di masa pandemi ini kita belajar lagi bagaimana perilaku hidup bersih, itu adalah hijrah,” ungkapnya.

Bupati Nelson juga mengatakan, Tahun Baru Islam ini merupakan momentum penyemangat melawan pandemi Covid-19.

“Melawannya tentu dengan hijrah. Bagaimana kita menjaga pola hidup bersih sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan. 1 Muharram 1442 ini juga menjadi momentum penyemangat, karena biasanya kan kita punya target setiap tahun. Nah, khusus di 1442 Hijriyah ini kita harus memiliki perencanaan yang lebih baik lagi untuk pembangunan daerah. Untuk momen pilkada, mari kita laksanakan demokrasi yang baik, serta tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Di akhir kesempatan itu, Bupati Nelson tentunya mengapresiasi pelaksanaan Gebyar Tutulu dan Kue Apangi.

“Harapan kami, ini menjadi budaya yang terus kita lestarikan. Sebab tanpa perayaan seperti ini, tidak menarik peringatan 1 Muharram itu. Tapi! Sekali lagi maknanya bukan tutulu atau kue apanginya, melainkan semangat kita dalam melestarikan budaya dan kuliner daerah tercinta,” tutup Nelson. (daily02/irf)

Baca Juga |  Maksimalkan PSBB, Gubernur Minta Pemda Pastikan Bantuan Pangan Tersalurkan

Comments
To Top