Hendra Hemeto "Politisi Pembelajar" dan Spirit Kepemimpinan | DAILYPOST.ID

Headlines

Hendra Hemeto “Politisi Pembelajar” dan Spirit Kepemimpinan

DAILYPOST.ID – Hendra Hemeto, yang resmi mendampingi Nelson Pomalingo pada kontestasi Pilkada 2020 ini, merupakan sosok politisi berpembawaan tenang, santun, konsisten, loyal, dan ikhlas dalam mendedikasikan tenaga serta pikirannya untuk Partai Golkar.

Tidak heran lagi, jika karir politiknya terbilang cemerlang dan mampu memperoleh kepercayaan untuk menahkodai partai berlambang pohon beringin di Kabupaten Gorontalo.

Politisi santun, yang juga dikenal dengan politisi pembawa kesejukan itu merupakan potret pemimpin masa depan, harapan, dan dambaan bagi terwujudnya tatanan politik yang kondusif, serta mencerahkan.

Lantas bagaimana kiprahnya selama berada di Golkar?

Berbicara tentang kiprah di Partai Golkar, Hendra Hemeto adalah generasi kedua, penerus perjuangan dan pengabdian sang ayah, Haji Purnawirawan Saleh Hemeto yang dikenal luas sebagai pengusaha sukses sekaligus politisi kawakan Gorontalo, yang telah puluhan tahun malang melintang di dunia politik yang bernaung di Partai Golkar.

Demikian juga dengan sang Ibu, mendiang almarhumah Hajah Nun Otuhu Hemeto, meski pada awal karirnya meniti profesi sebagai guru, namun pada akhirnya menjadi politisi, kader Golkar dan pernah mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Provinsi Gorontalo.

Terlahir dari lingkungan keluarga yang multi dimensional, yakni dunia usaha, politisi dan pendidik, menjadikan Hendra Hemeto seakan mampu mengkolaborasikan potensi dirinya, dalam meniti masa depan, sebagai pengusaha muda sekaligus politisi muda yang menghadirkan sisi lain yang ideal, menarik dan relevan dalam percaturan politik Gorontalo.

Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa Hendra Hemeto adalah sosok politisi pembelajar yang mampu menghayati dan menjunjung tinggi akal sehat, sebagai monumen membangun konstruksi tatanan politik yang menghembuskan aura kesejukan, kedamaian, jauh dari prahara dan kemelut.

Sebagai penerus trah perjuangan, pengadbian dan loyalitas sang ayah dan mendiang ibu tercinta di dunia politik dan di Partai Golkar, Hendra Hemeto telah dan akan akan terus menjaga bangunan idealisme. Dia juga siap menghadirkan keteguhan dan konsistensi sebagai politisi yang loyal dan berkomitmen, bukan sebaliknya menjadi politisi yang “kutu loncat”.

Baca Juga |  Akses Jalan Desa Ulobua Segera Dinikmati, Janji Nelson Gelontorkan Rp17,2 Miliar Terpenuhi

Selain itu, sebagai anak sulung dari 4 bersaudara, Hendra Hemeto merupakan figur kakak yang ideal, mampu tampil sebagai panutan dalam membimbing serta mengarahkan adik-adiknya hingga meraih sukses dalam pendidikan dan karir di bidang politik. Tampilnya, sang adik, Dewi Sartika Hemeto sebagai Anggota DPD RI selama 2 periode menjadi bukti yang tidak bisa dilepaskan dari peran sang kakak.

Dengan bekal pendidikan sebagai Sarjana Teknik, Hendra Hemeto sudah pasti memiliki talenta dan kompetensi yang dapat diandalkan dalam bidang Engeneering, memimpin, menata, merekonstruksi bangunan keilmuan yang dapat berkontribusi membawa maslahat dan masa depan Kabupaten Gorontalo.

Nelson Pomalingo (kiri) dan Hendra Hemeto (kanan), foto: istimewa

Beragam potensi diri yang prospektif tersebut, telah memikat hati kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan mampu mengetuk nurani Sang Deklarator Provinsi Gorontalo, Nelson Pomalingo hingga meminang PARTAI GOLKAR dan dirinya, menjadi bakal Calon Wakil Bupati Gorontalo periode 2021-2026, untuk selanjutnya bersama-sama membangun masa depan Kab. Gorontalo.

Dalam perspektif Nelson Pomalingo, jati diri politik Hendra Hemeto yang mampu menampilkan aura politik yang sejuk, kemudian latar belakang pendidikan dan kapasitasnya sebagai pengusaha muda, konsistensinya memegang teguh trah perjuangan “Lo Mongodula’a” yang mengajarkan tentang pentingnya dedikasi dan loyalitas, kesemuanya itu, menjadi modal dasar yang memiliki relevansi nilai dengan semangat membangun Kab. Gorontalo sebagai “Lipu Lo Mongodula’a”.

Kabupaten Gorontalo memang secara administratif pemerintahan, adalah Kabupaten tertua yang telah melahirkan Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo. Maka konsepsi penataan dan pembangunan masa depannya, senantiasa merujuk pada tatanan nilai yang berbasis pada kearifan lokal dengan 3 pilar sebagai penopang utamanya, yakni agama, budaya dan pendidikan.

Dengan spirit membangun “Mongodula’a Lo Lipu, maka ke depan, Kabupaten Gorontalo diharapkan akan tampil layaknya Orang tua atau “Mongodula’a” yang senantiasa membimbing, memberi spirit, menjadi pelopor, menjadi kiblat dan rujukan bagi daerah lain yang terlahir dari rahimnya sebagai daerah “Bantda Lo Lipu”.

Baca Juga |  Bukan 'Kaleng-kaleng', Militan Rivai Bukusu Terdepan Dukung NDH

Karena sesungguhnya, peradaban Gorontalo dari masa ke masa, spirit utamanya adalah menjunjung tinggi “U’ngala’a” yang bersumber dari “Duluwo Limo Lo Pohala’a”, dimana Gorontalo adalah sebuah keluarga besar yang saling menunjang, saling mensuport untuk meraih kemajuan dan masa depan bersama. (daily02/rls)

Comments
To Top