4Th Internasional Coconut Festival, Limboto Jadi Tuan Rumah | DAILYPOST.ID
Headlines

4Th Internasional Coconut Festival, Limboto Jadi Tuan Rumah

DAILYPOST.ID – Kecamatan Limboto, Ibu Kota Kabupaten Gorontalo dipercayakan sebagai tuan rumah pelaksaan 4th Internasional Coconut Festival (ICF) Tahun 2020.

ICF 2020 ini mengusung tema “Coconut for better life in Pandemi Covid-19”.

Dipusatkan di Taman Budaya Limboto, festival ini diramamaikan dengan Bonsai Kelapa oleh 500 anggota asosiasi Bonsai Kelapa Gorontalo.

Loading...

Rusthamrin Haris Akuba, selaku pengurus Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (Kopek), Indonesia perwakilan Gorontalo mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin. Dan setiap tahun dilakukan.

Limboto sendiri menjadi tuan rumah setelah, pertama di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riua, kedua di Kabupaten Lingga, dan ketiga di Karangasem Provinsi Bali.

Rusthamrin menjelaskan, festival kelapa ini dirangkaikan merayakan hari kelapa sedunia, juga merayakan atau memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Gorontalo ke-347, yang puncaknya pada 26 November Tahun 2020.

Loading...

Ia menerangkab, Tema kegiatan ini memiliki makna bahwa kelapa untuk kehidupan lebih baik pada masa pandemic Covid-19, tujuannya adalah untuk membangkitkan kembali kejayaan kelapa, selama era pandemic Covid-19.

“Pada era pandemi itu, perekonomian kita mengalami kemunduran, pertumbuhan ekonomi menurun, pengangguran meningkat. Nah, Bagaimana dengan Kelapa? maka kita bangkitkan lagi ekonomi rakyat, sesuai tema kegiatan kelapa dunia tahun ini,” jelas Rushtamrin saat ditemui awak media pada pembukaan kegiatan itu, Selasa (22/09/2020).

Dia menambahkan, karena masih pandemi, festival ini pesertanya terbatas diikuti oleh peserta lokal.

“Peserta luar, karena masih pandemi tidak memungkinkan berpartisipasi tapi mereka akan berpartisipasi dalam kegiatan seminar. Tapi pada pameran ini, seluruh kecamatan di Provinsi Gorontalo ikut serta,” tambah Rusthamrin.

Yang menarik, ungkap Rusthamrin, tema khusus pada pameran kali ini adalah Bonsai Kelapa yang belum pernah ada di dimana pun, di dunia pun belum pernah ada sama sekali.

“Yang ada hanya baru di Limboto Kabupaten Gorontalo, Kita melaksanakan temanya bonsai Kelapa, Bayangkan kelapa itu dijadikan Bonsai,” tukasnya.

“Nah, dari satu butir kelapa yang biasa harganya Rp. 1500, setelah dibuat bonsai, hargnya mencapai Rp. 5 juta/ satu bonsai kelapa. Jadi, memang ada nilai tambah luar biasa, kemudian karena pandemi, kelapa ini dibuat dan dimodif menjadi seni sehingga menambah pendapatan dan tentunya juga produk-produk lain yang dikembangkan melalui kelapa,” bebernya.

Dia pun berharap, dengan adanya festival kelapa, pertama makin memperkenalkan manfaat kelapa bagi kehidupan manusia, kedua, memberi semangat bagi petani dimana saja berada, bahwa era pandemi kelapa itu bisa Berjaya dengan berbagai produk yang dihasilkan.

“Apakah dia menjadi asesoris,produk lain, yang bisa mendatangkan pendapatan petani, kita ingin membangkitkan lagi kelapa menuju kejayaan kelapa Indonesia,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Rahmat Pomalingo, menambahkan, festival internasional kelapa khususyang tahun ini dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo, digelar secara internal, khusus Provinsi Gorontalo.

Hal ini kata dia, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama mengendalikan penyebaran covid-19.

Tapi bagi Rahmat, untuk acara-acara lain tetap diikuti oleh seluruh anggota Kopek dan seluruh pemerhati kelapa. Baik itu,nasional maupun Internasional.

“Dengan cara kita melakukan Vidcon atau webinar hari ini yang sekaligus dirangkaikan dengan pembukaaan festival kelapa,” kata Rahmat.

Yang menarik hari ini, lanjut Dia, Bupati Nelson Pomalingo selaku Ketua Kopek akan membukanya dari Jakarta kemudian acaranya di tanam Budaya Limboto.

“Untuk acara seremoni pembukaaan di tanam budaya tapi diikuti oleh semua peserta seminar,” imbuh Rahmat.

“Kenapa demikian? Kabupaten Gorontalo tetap konsisten, walaupun pandemi kita tidak bisa berhenti. Jangan karena pandemi semua berhenti. Oleh karena itu, kata Rahmat banyak cara dilakukan untuk mengembalikan kejayaan kelapa. Selama pandemi kelapa memang harga kelapa menurun, tetapi dengan adanya kreativitas pembuatan bonsai kelapa, bayangkan satu butir kelapa hargnya dari 250 ribu sampai 5 juta Karena kreativitas. Ini juga bukti bahwa sejak masa pandemi, mereka tidak berdiam diri di rumah,” pungkasnya.

Di akhir kesempatan itu, dirinya mengharapkan, festival ini akan menghidupkan kejayaan kelapa sesuai tema yang di usung.

“Bayangkan hari ini, peserta pameran bonsai kelapa 200 komunitas dan ini sangat luar biasa. Insya allah, kedepan dengan festival kelapa ini, bagaimana membangun kelapa dan mengambalikan kejayaan kelapa sesuai tema hari ini,” tandasnya. (daily02)

Loading...

Comments
To Top