Banyu Lumut, Wisata Desa yang Ngehits di Trenggalek

  • Share

DAILYPOST.ID, Trenggalek – Salah satu desa di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur terus berinovasi menghadirkan satu destinasi wisata yang digandrungi masyarakat.

Yang terbaru, yaitu wisata embung Banyu Lumut, yang berada di Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

Wisata Banyu Lumut saat ini cukup ngehits di kalangan wisatawan millennial. Keunggulan yang dimiliki obyek wisata Banyu Lumut ini pengunjung diajak untuk menyatu dengan alam sekitar.

Meski berada di pelosok desa serta berada dihimpit pegunungan setempat, wisata Banyu Lumut menjadi familiar bagi para wisatawan.

Wisata Banyu Lumut ini sangat cocok untuk refreshing mengembalikan pikiran agar tetap fresh setelah sibuk beraktifitas.

Mereka mendatangi kawasan itu untuk menikmati hutan pinus yang hijau,asri dan udaranya yang sejuk serta suguhan danau yang menghijau karena keberadaan lumut didasar danau itu.

Selain itu, disekitaran danau banyu lumut terdapat air terjun,dan Goa yang akan menambah kesan tersendiri bagi para penikmat wisata alam.

Pihak pengelola wisata Banyu Lumut terus berbenah dengan menambah berbagai fasilitas agar para pengunjung merasa betah dan nyaman saat berada di lokasi wisata ini.

Seperti kuliner ala desa, home stay, peralatan kemah, sepeda gunung, jalan track motor trail, tempat pemancingan gratis, paint ball/tembak peluru cat, mainan anak-anak,Gazebo, dan pentas kesenian karawitan ( untuk hari tertentu).

Kepala Desa Tegaren, Heri Supriyanto, menjelaskan, keberadaan destinasi wisata Banyu Lumut menjadikan  desa Tegaren ini makin menggeliat perekonomian warganya.

“Semenjak ada obyek wisata embung Banyu Lumut ini dapat mengurangi jumlah pengangguran masyarakat, karena pihak pengelola mengutamakan untuk menyerap tenaga kerja yang berada di sekitar wisata,” ujarnya, Rabu 24/3/2021).

Heri mengatakan, “Obyek wisata Banyu Lumut ini jadi unggulan di desa kami. Sebelum ada pandemi Covid-19, obyek wisata ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Dalam sepekan saja, pengunjung bisa mencapai ribuan orang,” kata Heri

Untuk itu, pihaknya menyambut baik Surat Edaran (SE) Bupati Trenggalek tentang dibukanya kembali destinasi wisata ditengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro.

“Setelah pemkab Trenggalek mengijinkan dibukanya destinasi wisata ditengah PPKM skala Mikro ini, embung Banyu Lumut mulai didatangi pengunjung meski jumlahnya masih minim, mungkin terlalu lama tempat wisata ditutup, jadi masyarakat belum tahu kalau sudah dibuka,” terangnya.

Lokasi Wisata Banyu Lumut sendiri merupakan lahan milik Perhutani yang saat ini dikelola secara apik oleh LMDH, dibantu Pokdarwis dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Meski destinasi wisata Banyu Lumut sudah dikelola secara apik. Namun sayang akses jalan menuju kelokasi sudah rusak berat.Diharapkan pihak pemkab Trenggalek khususnya Dinas PU Bina Marga untuk memperbaiki akses jalan tersebut agar para pengunjung semakin mudah untuk menjangkau ke lokasi.

Sementara itu, ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tegaren Gunawan mengatakan, destinasi wisata embung Banyu Lumut ini dibuka sejak Desember 2020 lalu. Keberadaannya membawa perubahan besar terhadap setiap aktifitas masyarakat desa Tegaren

“Sebelum ada penutupan destinasi wisata karena mewabahnya pandemi COVID-19, dalam satu Minggu pengunjung bisa mencapai 2500 hingga 3000 orang,” kata Gunawan

Lanjut Gunawan, “Setelah lama ditutup dan kini boleh dibuka kembali pengunjung masih terlihat sepi, semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan obyek wisata kembali ramai,” harapnya

Pihaknya juga berharap kepada Dinas terkait adanya bimbingan berkelanjutan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pengelolaan wisata yang memang belum berpengalaman dalam hal pengelolaan pariwisata.

“Perkembangan obyek wisata secara tidak langsung dapat merubah pola pikir masyarakat sekitar. Masyarakat kian menyadari pentingnya pendidikan dalam meningkatkan tingkat kesejahteraan hidupnya,” kata Gunawan (Daily23/Sar)

  • Share

Dailypost Indonesia

Close