Lucu, Kritik Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Berkait Pelabaran Jalan

  • Share

DAILYPOST.ID, Kabuaten Gorontalo – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gorontalo Darwin Romy Sjahrain, menilai, kritik anggota DPRD setempat berkait pelebaran jalan desa yang kebetulan melintas di depan rumah pribadi Bupati Gorontalo adalah lucu.

Hal itu ditegaskan Romy ketika dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Rabu (11/8/2021) berkait kritik dua anggota DPRD berkait pelebaran jalan di Desa Tinelo, Kecamatan Telaga Biru, yang melintas di depan rumah pribadi Bupati Gorontalo.

“Sangat lucu ini komentar anggota DPRD. Mengapa? Karena ini seperti orang baru siuman dari tidur,” katanya tegas.

Menurutnya, pelabaran jalan desa ini sudah dibahas tahun 2019, dan dipaketkan tahun 2020. Dan, program ini sudah masuk dalam APBD.

“Sekarang mereka kritisi. Selama dua tahun itu, mereka di mana?”

Ia menegaskan, produk APBD adalah usulan eksekutif yang telah dibahas bersama dan disetujui legislatif — DPRD.

Dua anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Roman Nasaru dan Eman Mangopa, melalui salah satu media menyatakan bahwa pekerjaan pelebaran jalan desa itu adalah tidak masuk akal.

Mereka juga mempertanyakan nilai urgensi dari pelebaran jalan alternatif desa tersebut.

Terhadap pelebaran jalan yang tertunda dan masih dipermasalahkan ini, Romy menegaskan bahwa pekerjaan ini semestinya terealisasi tahun 2020, namun demi penanganan Covid-19, kemudian anggarannya di-refocusing.

Romy menguraikan bahwa dipersoalkannya paket pelebaran jalan tersebut berawal dari protes Fahmi Nasir Bemazak, pemuda Telaga Biru.

Dia menegaskan, pemerintah tidak asal-asalan dalam menyusun anggaran pembangunan.

Pelebaran jalan itu, kata Romy, adalah usulan dari hasil rumusan musyawarah pembangunan mulai tingkat desa sampai kecamatan.

Pelebaran jalan ini, katanya, dikerjakan untuk memberi rasa nyaman kepada setiap pengendara yang melintas.

Menurut pengamatan, jalan alternatif ini banyak digunakan anggota masyarakat, namun sempit sehingga tidak memungkinkan dua mobil berpapasan.

Dengan begitu, ada saja mobil yang harus masuk ke pinggir lapangan untuk menghindari senggelon antarmobil yang berpapasan. *

  • Share

Dailypost Indonesia

Close