Daftar Kontroversi Wakil Rakyat di Gorontalo

  • Bagikan

DAILYPOST.ID, Gorontalo Kelakuan wakil rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belakangan ini menjadi sorotan masyarakat.

Seperti halnya di Gorontalo. Para wakil rakyat yang seharusnya fokus pada persoalan di masyarakat, akhir-akhir ini banyak berulah, seperti yang dikabarkan di sejumlah media massa.

Dikutip dari sejumlah media, berikut daftar kontroversi Wakil Rakyat di Gorontalo yang dirangkum Dailypost.id.

1. Oktober 2021– Anggota DPRD Kabupaten Boalemo Resvin Pakaya, ngamuk di Bandara Djalaludin, Gorontalo. Dirinya mengamuk dan menolak dilakukan tes swab antigen oleh Satgas Covid-19 di bandara karena mengaku mengantongi hasil tes yang masih berlaku. (01/10/2021).

2. September 2021- Salah satu aleg DPRD Kabupaten Pohuwato, JY diamankan oleh BNNP terkait dengan dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu. JY pun resmi diberhentikan sebagai anggota DPRD periode 2019-2024.

3. Agustus 2021- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo, HS diisukan memiliki hubungan gelap dengan salah satu anggotanya. Dari isu yang berkembang tersebut, HS pun membantahnya.

4. Juni 2021– Seorang anggota DPRD Provinsi Gorontalo Adhan Dambea diadukan Gubernur Gorontalo ke Polda Gorontalo atas dugaan pencemaran nama baik. Gubernur merasa difitnah karena disebut menggunakan dana APBD sebesar Rp53 miliar untuk kepentingan pemilu.

5. Maret 2020– Empat anggota DPRD Kabupaten Boalemo ditangkap karena nyabu di Jakarta pada Maret 2020. Keempatnya ditangkap di sebuah tempat hiburan dan hotel di Jakarta Barat.

Daftar Kontroversi Wakil Rakyat di Gorontalo

  • Bagikan