HUT provinsi gorontalo ke 21

Tuding Sat Pol PP Sergai Arogan, Ketua PAN Sergai Dinilai Tak Kuasai Masalah

  • Bagikan

DAILYPOST.ID, Serdang Bedagai – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Serdang Bedagai (Sergai) melalui Ketua PAN Sergai Junaidi, menyampaikan pandangan umum tentang tindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sergai di Pekan Lelo beberapa waktu lalu.

Pandangan umum tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Sergai di agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi dan nota pengantar R-APBD tahun 2022, Rabu (17/11/2021).

Saat itu, Fraksi PAN menilai bahwa oknum Satpol PP telah melakukan tindakan arogan terhadap pedagang Pekan Lelo, saat penertiban penegakan Peraturan Daerah (Perda).

Pandangan Ketua Fraksi PAN itupun menuai tanggapan dari Sukarman, seorang tokoh masyarakat yang juga mantan Pengurus Harian (PH) PAN Sergai periode 2015-2020.

Ditemui pada Sabtu (20/11/20201) di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Sukarman menyebut bahwa Ketua PAN Sergai tidak menguasai masalah yang disampaikan.

“Sejatinya Fraksi PAN merupakan perwakilan atau perpanjangan tangan dari konstituennya di DPRD dalam hal ini tentunya masyarakat. Sehingga sebelum Fraksi menyampaikan hal-hal yang sifatnya krusial harus dikaji lebih mendalam, terlebih hal ini terkait pandangan umum Fraksi yang disampaikan pada rapat paripurna di DPRD Sergai,” cetus Sukarman yang juga pernah menjabat Plt Ketua DPD PAN Sergai.

Sukarman (Tokoh Masyarakat) foto: istimewa

Lebih lanjut Sukarman menyampaikan, seharusnya tanggapan seperti itu tidak dolontarkan oleh Fraksi PAN karena hanya akan menyita perhatian publik. Apalagi menurut Sukarman, tanggapan Fraksi PAN terkesan sepihak dan menyudutkan Pemkab Sergai.

“Harusnya Fraksi PAN langsung turun ke lokasi pasar baik ke Pekan Lelo maupun ke lokasi relokasi di pasar Sei Rampah, berapa jumlah pedagang eks pekan Lelo yang sudah bersedia direlokasi dan sudah berjualan di pasar Sei Rampah. Sebaiknya berapa pedagang yang masih bertahan di pekan Lelo, sehingga pandangan umum Fraksi PAN terkait pasar Lelo sesuai fakta dan tidak terkesan berpihak, sehingga mampu memberikan solusi terbaik baik bagi Pemkab Sergai maupun pedagang pasar Lelo, bukan malah terkesan menyudutkan Pemkab Sergai dalam hal ini Satpol PP,” papar Sukarman.

Sukarman menambahkan, jika pernyataan Ketua PAN Sergai tentang sikap arogan Satpol PP dalam tugas penertiban relokasi pekan Lelo memang benar adanya, maka tidak akan ada sanggahan dari Pemkab Sergai dalam jawaban Pemerintah atas pandangan umum, Fraksi PAN khususnya.

Dikonfirmasi mengenai sanggahan tokoh masyarakat tersebut, Ketua PAN Sergai Junaidi menegaskan, pihaknya hanya mengingatkan bupati saja, agar Satpol PP lebih bertindak humanis.

Ia mengatakan, peristiwa yang melibatkan Satpol PP Sergai harus menjadi perhatian dan catatan kepada Bupati Sergai agar kedepannya bisa memberikan arahan dan masukan pada Kepala Dinas Sat Pol PP Kabupaten Sergai ketika melakukan tugas. Menurut Junaidi, dalam rangka penegakan Perda jangan lagi memakai tindakan arogan, tindakan kekerasan, dan tindakan lainnya dapat menambah kisruh suasana di lapangan.

Menjawab pandangan ini, Pemkab Sergai dalam sidang Paripurna DPRD Sergai yang di sampaikan Wabup Sergai, H. Adlin Tambunan bahwa hal tersebut tidak mengandung kebenaran.

Sesungguhnya yang terjadi, kata H. Adlin justru sebaliknya.

Ia membeberkan, dalam menegakkan Perda satpol PP sering mendapat kekerasan, tindakan tidak humanis, hujatan, cacian, maupun tindakan tidak terpuji lainnya. Hal inipun dapay dibuktikan oleh petugas Sat Pol PP. Bahkan, pihak Satpol PP telah melaporkannya ke pihak berwajib dengan dilengkapi hasil visum.

“Selanjutnya dapat kami sampaikan bahwa dalam melakukan kegiatan penertiban Sat Pol PP memiliki slogan Satpol PP Ramah tidak arogan dan tidak anarkis,” tukasnya.

Sebelumnya, Plt Kadis Perindag Pemkab Sergai Roy S Pane mengatakan, relokasi pedagang Pekan Lelo ke pasar rakyat Sei Rampah sudah berhasil mencapai 142 pedagang dari 160 pedagang dan tersisa hanya belasan saja.

Sesuai dengan Perda Kabupaten Sergai No 7 Tahun 2018 tentang penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, maka pedagang Pekan Lelo direlokasi.

Adapun tujuan dari penertiban ini adalah penataan Kecamatan Sei Rampah sebagai ibu kota kabupaten.

Ditambahkan Roy, pedagang wajib memiliki IUP2T (Izin Usaha Pengelolaan Pasar Rakyat) sedangkan pedagang pekan Lelo di Sei Rampah tidak memiliki izin tersebut. “Disperindag tetap merelokasi pedagang pekan lelo ke Pasar Rakyat Sei Rampah, yang lebih aman, nyaman dilengkapi fasilitas umum dan gratis” papar Roy. (Aripin)

Tuding Sat Pol PP Sergai Arogan, Ketua PAN Sergai Dinilai Tak Kuasai Masalah

  • Bagikan