Diancam Akan Didemo Oknum Aktivis, Ribuan Karyawan PT Royal Coconut Siap Pasang Badan | DAILYPOST.ID
Daerah

Diancam Akan Didemo Oknum Aktivis, Ribuan Karyawan PT Royal Coconut Siap Pasang Badan

GORONTALO DAILY– Ribuan karyawan PT Royal Coconut siap pasang badan setelah mengaku perusahaan tempat mereka bekerja, diancam akan didemo oleh salah satu oknum aktivis yang ada di Gorontalo.

Kabarnya, demo itu akan dilakukan karena ditengah kondisi pandemi covid 19, PT Royal Coconut tetap memperkerjakan karyawan pabrik itu tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Dan menyikapi hal itu, salah satu perwakilan kariyawan PT Royal Coconut Arifin maaruf mengatakan ini sangat lucu.

“Ancaman demo ini sudah didengar oleh teman-teman kariyawan yang saat ini berjumlah ribuan kariyawan. Sangat lucu dengan ancaman oknum aktivis tersebut, saya mau jujur malah justru ditertawakan oleh teman-teman, termasuk juga saya mendengarnya kabar ancaman tersebut,” regas Arifin, Rabu (06/05).

“Jika benar adanya demo yang akan dilakukan oknum aktivis itu, coba sebutkan kapan jadwalnya. Kami siap menunggu, jangan sampai hanya main gertak doang,” sambung pria yang sudah 3 tahun menjadi karyawan di perusahaan tersebut.

Arifin dengan bijak berharap, seharusnya kalau ada hal kurang menyenangkan agar dikoordinasikan dengan baik.

“Mari bangun komunikasi dengan baik-baik, jangan sampai hanya ada persoalan yang tak di penuhi sudah main gertak sana sini,” tuturnya.

Ia menegaskan apa yang dipermasalahkan terkait standar protokol kesehatan yang itu tidaklah benar.

“Buktinya, kami pada saat beraktivitas di dalam maupun di luar pabrik tetap menggunakan masker dan standar kesehatan lainya. Jadi kalau menjustifikasi suatu tudingan harus disertai dengan sumber dan data yang kuat sehingga tidak kelihatan ngarang saja,” pinta Arifin dengan senyum khasnya.

Ia pun meminta, tolong jika melakukan tindakan harus dipikirkan matang-matang dulu.

“Perlu diingat, kalau misanya pabrik ini ditutup dan kami hampir seribuan kariyawan kehilangan pekerjaaan dalam arti dirumahkan maka siapa yang akan menanggung beban hidup kami dan keluarga. Jadi dari pada diganggu mata pencaharian, lebih baik kami bersepakat akan menunggu kedatangan ancaman aktivis itu untuk melakukan demo,” tegas Arifin lagi dengan nada keras. (if)

Comments

Popular Post

To Top
%d blogger menyukai ini: