HUT provinsi gorontalo ke 21

Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal, Korem 133/Nani Wartabone Gelar Pembinaan

  • Bagikan

DAILYPOST.ID, Gorontalo – Korem 133/Nani Wartabone (NW) menggelar Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis (Balatkom) dan Paham Radikal.

Pembinaan ini mengangkat tema “Mewujudkan Binter TNI AD yang Adaptif Melalui Mewaspadai Bahaya Laten Komunis Dan Paham Radikal Demi Keselamatan NKRI”.

Giat ini berlangsung di Aula Kusno Danupoyo Makorem 133/NW, Jalan Trans Sulawesi, Desa Tridharma, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Adapun peserta dalam kegiatan tersebut, tidak lain mereka prajurit Korem 133/NW dan FKPPI Provinsi Gorontalo.

Danrem 133/NW, Brigjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P., dalam amanat yang dibacakan Kasrem 133/NW Kolonel Inf Rudy Jayakarta Runtuwene, S.I.P. mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membekali para Prajurit Korem 133/NW dan jajaran tentang pentingnya pemahaman Balatkom dan Pajam Radikal.

Selain itu, sosialisasi dan pembinaan juga bertujuan menangkal timbulnya kembali gerakan-gerakan komunis gaya baru dengan cara meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan pemahaman kembali terhadap nilai-nilai Pancasila, meningkatkan wawasan kebangsaan, meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat serta mewaspadai terhadap upaya penyusupan.

Perlu diingat, komunis di Indonesia sendiri merupakan bahaya laten yang tidak pernah mati, melainkan hanya berubah bentuk serta akan terus berkembang dengan gaya baru.

Untuk itu sebagai prajurit, anggota TNI diharapkan pandai dalam menyikapi berita-berita yang berkembang di media sosial. Apalagi saat sekarang ini, sedang marak diberitakan tentang berita-berita hoax dan mereka selalu melakukan kegiatan propaganda di media massa maupun elektronik.

Gerakan komunis cara pandangnya yang cenderung anti agama dan menolak sistem kekeluargaan dan selalu muncul kepermukaan secara tiba-tiba, jika kondisinya memungkinkan.

“Harus kita pahami bahwa sifat Balatkom dan Paham Radikal selalu menunggu momen yang tepat, selanjutnya mengambil kesempatan untuk melaksanakan aksinya,” ujar Danrem.

“Di sini, upaya proaktif dari Apkowil dan unsur Intelijen sangat diperlukan dalam membantu pengawasan dan upaya pencegahannya sebagai langkah antisipai agar ajaran Komunisme dan Faham Radikal tidak berkembang dan membahayakan bagi keutuhan negara,” lanjutnya.

Danrem 133/NW mengharapkan, melalui kegiatan ini, para anggota akan mempunyai referensi yang semakin lengkap untuk selanjutnya mengingatkan kepada keluarga dan generasi penerus bangsa tentang Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal yang kesemuanya bertujuan untuk mengganti Ideologi Pancasila.

Sosialisasi Balatkom dan paham Radikal dilaksanakan dengan tetap menerpatkan protokol Kesehatan Covid-19 dengan menggunakan masker dan menjaga jarak.

Pada prinsipnya, kegiatan pembinaan ini adalah dapat memberikan informasi dan analisa yang konkrit terhadap indikasi bangkitnya kembali komunisme di Indonesia serta kemungkinan adanya kegiatan dari kader-kader PKI yang telah dibebaskan dari tahanan politik. (Aris/Penrem133/NW)

Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal, Korem 133/Nani Wartabone Gelar Pembinaan

  • Bagikan