, Serdang Bedagai – Akibat curah hujan deras beberapa hari ini, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengalami tanah longsor, tepatnya di Kecamatan Bitang Bayu dan Kecamatan Kotarih.
Bukan saja longsor, akan tetapi banjir juga melanda daerah Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah, sehingga mengakibatkan ratusan rumah warga terendam banjir.
Dari informasi yang dikutip media ini, Senin (31/10/2022), melalui Plt.Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Sergai, Frits Ueki Prapanca Damanik, SE MSi, bahwa tidak adanya korban jiwa dari peristiwa tersebut. Namun ada beberapa bangunan terkena dampak.

Menurut Frits Damanik, longsor terjadi pada hari Minggu 30 Oktober 2022, sekira pukul 17.30 WIB, di Kecamatan Kotarih yaitu tepatnya Dusun 2 Desa Kotarih Pekan, Dusun 3 Desa Siujan ujan. Di Kecamatan Bintang Bayu longsor terjadi di Dusun 2 Desa Bandar Pinang Rambe. Sedangkan banjir di Kecamatan Sei Rampah tepatnya di Desa Sei Rampah.
“Berdasarkan laporan yang kami terima tidak ada korban jiwa, hanya saja ada beberapa bangunan yang ikut terkena, seperti Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di kompleks perahan warga, longsor sepanjang lebih kurang 40 meter tepatnya di Desa Kotarih Pekan Kecamatan Kotarih,” ujar Frits Damanik.
Plt. Kepala BPBD itu juga menjelaskan bahwa selain itu ada juga akses jalan di Kecamatan Kotarih terputus akibat reruntuhan tanah longsor yaitu jalan dari Dusun 4 menuju Dusun 3 Desa Siujan ujan. Begitu juga dengan jaringan listrik juga ikut terputus akibat tiang PLN tumbang.Begitu juga
dengan akses jalan menuju Desa Bandar Pinang Rambe juga terputus akibat tertimbun material longsoran dan 1 unit titi atau gorong gorong hanyut beserta badan jalan.
Plt.Kepala BPBD Sergai, Frits Ueki Prapanca Damanik, SE MSi, juga menyampaikan dalam hal ini pihak BPBD Sergai sudah turun kelokasi untuk melakukan pengecekan serta bergotong royong membuat jalan darurat.
“Hari ini, Senin (31/10/2022), kami sudah turun kelokasi melakulan pengecekan, dan kami juga melakulan gotong royong bersama Dinas PUPR Sergai, BPBD Sergai, beserta TNI dan Polri, bergotong toyong dalam membuat jembatan darurat agar masyarakat bisa menggunakan jalan yang terputus akibat longsor tersebut.
Di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah akibat curah hujan tersebut, juga mengalami banjir sehingga ratusan rumah warga terkena dampak, namun juga tidak ada korbn jiwa akibat banjir tersebut.
Data yang diperoleh dari Kepala Desa Sei Rampah, Cipto, Senin (31/10/2022), mengatakan dari 10 dusun di Desa Sei Rampah, ada 6 usun yang terkena banjir. Menurut Cipto banjir terebut akibat curah hujan dalam beberapa hari ini.
“Sekitar 528 rumah yang terkena dampak. Dusun 1 sebanyak 100 rumah, dusun 2 sebanyak 50 rumah, dusun 3 sebanyak 100 rumah, dusun 4 sekitar 50 rumah, dusun 7 sekitar 178 rumah dan dusun 8 sekitar 50 rumah.Ada 6 dusun yang terkena dampak banjir dari 10 dusun di Desa Sei Rampah,” ungkap Cipto Kepala Desa Sei Rampah. (Daily14/Aripin)















