, Gorontalo – Koperasi Ekaprasetya Kabupaten Gorontalo (Kabgor) membuat terobosan baru dengan menciptakan usaha di Bidang Multimedia.
Adalah Ekakraft Multimedia Gorontalo. Usaha yang dilahirkan mengikuti perkembangan zaman serta kecanggihan teknologi ini, diyakini mampu merubah image dan stigma negatif terhadap sebuah koperasi.
Koperasi Ekaprasetya Kabgor kini mulai bertransformasi menjadi Koperasi Modern yang siap bersaing di dunia digitalisasi.
Atas terobosan tersebut, kini Koperasi Ekaprasetya mulai menuai kepercayaan dari berbagai kalangan. Salah satunya oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gorontalo Utara (Gorut).
Hal ini dibuktikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gorontalo Utara dengan Ekakraft Multimedia Gorontalo, yang dilaksanakan di Gedung Koperasi Ekaprasetya, Rabu (31/3/2021).
Kepala BNNK Gorut, Ibrahim Paneo mengungkapkan kerjasama ini merupakan salah satu upaya BNNK dalam hal pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

“Jadi, dalam mewujudkan hal tersebut maka kita membutuhkan penyampaian kepada masyarakat. Memang, kita mempunyai tim penyuluh yang ditugaskan langsung di lapangan, hanya saja keterbatasan mengumpulkan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini, mengharuskan kita mencari alternatif lain. Nah, salah satunya lewat publikasi dan sosialisasi daring atau online. Sehingga kita mempercayakan hal tersebut kepada Koperasi Ekaprasetya, dalam hal ini Ekakraft Gorontalo,” kata Ibrahim.
Selain itu kata Ibrahim, kerjasama ini juga termasuk langkah BNNK Gorut dalam menumbuhkembangkan sebuah koperasi yang inovatif dan kreatif.
Melalui kerjasama ini, Ibrahim berharap agar BNN bisa hadir di tengah-tengah masyarakat yang tidak lepas mengikuti perkembangan informasi di berbagai media sosial.
“Memang kita (BNNK) ada juga yang bisa mempublikasikan, misalnya video sosialisasi atau promosi program kerja BNN lewat Youtube, Facebook, WA dan lain-lain. Namun, alangkah baiknya jika melibatkan pihak yang profesional pada bidangnya. Jadi, kami percayakan hal ini kepada Ekakraft Multimedia Gorontalo,” tukasnya.
Sementara itu Ketua Koperasi Ekaprasetya Kabgor, Arifin Suaib mengatakan bahwa kerjasama ini adalah bentuk suport kepada BNN, terutama BNNK Gorut dalam memerangi narkotika.

“Pada prinsipnya kita saling memberi suport. Jadi ada simbiosis mutualisme. Seperti Pak Kepala BNNK Gorut sampaikan tadi bahwa ini bukan sekadar kerjasama tapi kita sama-sama bekerja,” ucap Arifin.
Arifin mengakui, kondisi koperasi saat ini sangat memperihatinkan, image koperasi pun kata dia kian menjadi buruk di masyarakat dengan adanya informasi tentang oknum-oknum yang merusak citra koperasi itu sendiri.
“Lembaga kami adalah koperasi. Kondisi koperasi saat ini sangat memperihatinkan, imagenya miris. Jadi, kami tidak heran jika ada pihak yang under estimed. Maka dari itu dengan dilahirkannya sebuah usaha di bidang multimedia ini, kami ingin mencerahkan bahwa koperasi itu sebenarnya memiliki peran luas. Koperasi harus menjadi wadahh aktvitas ekonomi serta mampu berkotribusi memberikan kesejahteraan dengan nuansa modern dan kekinian. Supaya masyarakat bisa memahami bahwa koperasi itu bukan tempat simpan pinjam semata,” tutur Arifin.
Lebih jauh, Head Manager Ekakraft Multimedia Gorontalo, Alan Pakaya menambahkan, Ekakraft Multimedia Gorontalo merupakan usaha memanfaatkan perkembangan teknologi dengan menjadi sarana komunikasi yang mengintegrasikan teks, grafik, gambar diam dan bergerak, animasi audio, dan media lain.
“Koperasi itu kan banyak unit usaha yang bisa dibentuk. Jadi, kami berpikir bagaimana agar koperasi itu tidak konvensional. Sehingga dibuatlah satu usaha yang kekinian. Layanan kami itu, diantaranya seperti pembuatan Film Pendek juga podcast. Untuk studio podcast sendiri rencananya bakal kita launching secara seremonial dengan mengundang Pak Bupati bertepatan dengan rapat anggota tahunan nanti,” tukasnya.

“Jadi, kami mau bahwa koperasi itu tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam melainkan sebuah usaha ekonomi kreatif. Soal produksi di Ekakraft Multimedia Gorontalo kami melibatkan kru-kru profesional. Salah satunya pemenang film pendek tingkat nasional. Untuk kru tetap itu, kita ada sekitar 6 orang dan lainnya melibatkan tenaga dari luar. Kita sebenarnya membuat semacam Production House (PH) lah, tapi kecil-kecilan dulu,” tambah Arifin.
Untuk hasil produksi video podcast, Ekakraft Multimedia Gorontalo mempublikasikannya melalui berbagai media, seperti Channel Youtube, Facebook, Instagram, dan Spotify.
“Kalau Spotify itu khusus audio saja. Awal-awal podcast itu kita membuat Channel Youtube, ada dua. Pertama namanya Asli Gorontalo yang murni membahas tentang kearifan lokal. Kemudian yang kedua ada Channel Garis Depan yang kontennya itu memuat semua topik,” tutup Alan. (daily02)













