LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penguatan ekonomi syariah dan percepatan transformasi digital. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Komitmen itu disampaikan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat menghadiri kegiatan PESONA SERLIGO 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo di Taman Budaya Limboto, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan literasi ekonomi syariah sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung perkembangan UMKM di Kabupaten Gorontalo.
Menurut Sofyan, ekonomi syariah dan digitalisasi saat ini merupakan dua instrumen penting dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung sangat cepat.
“Ekonomi syariah bukan lagi sekadar alternatif, tetapi telah menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi yang berkeadilan. Karena itu, kolaborasi seluruh pihak harus terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Sofyan.
UMKM Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Bupati menegaskan bahwa pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Gorontalo pada tahun 2026. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp16 miliar yang dikelola oleh 12 organisasi perangkat daerah (OPD).
Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, meningkatkan akses pasar, memperluas pembiayaan, serta mendorong adopsi teknologi digital dalam kegiatan usaha masyarakat.
Menurut Sofyan, penguatan UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat fondasi ekonomi daerah.
“Kegiatan ini sangat sejalan dengan prioritas pembangunan daerah. Kami ingin UMKM di Kabupaten Gorontalo semakin berkembang, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.
Dorong Pemanfaatan QRIS dan Ekosistem Halal
Melalui kegiatan PESONA SERLIGO 2026, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat semakin meningkat. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat pengembangan ekosistem halal serta memperluas akses pembiayaan berbasis syariah bagi pelaku usaha.
Pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk penggunaan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS, guna meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas akses pasar UMKM.
Transformasi digital dinilai menjadi kebutuhan penting agar pelaku usaha lokal mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan perkembangan ekonomi digital yang terus tumbuh.
Apresiasi Sinergi Bank Indonesia
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sofyan turut memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang selama ini aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan.
“Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo yang terus menghadirkan program-program strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kolaborasi ini perlu terus diperkuat dan dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, menilai Gorontalo memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi syariah di kawasan Indonesia Timur.
Hadirkan Pameran UMKM hingga Fashion Show Karawo
PESONA SERLIGO 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha dan masyarakat, mulai dari pameran produk UMKM, Fashion Show Karawo Modest, lomba literasi ekonomi syariah, hingga tabligh akbar.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ekonomi syariah dan digitalisasi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Melalui penguatan ekonomi syariah, pemanfaatan teknologi digital, dan dukungan terhadap UMKM, Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.













