, Gorontalo – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Gorontalo optimis menurunkan angka penyebaran Tuberkulosis (TB) dan Malaria di daerah tersebut.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akase, usai rapat kemitraan untuk Aids, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) Kabupaten Gorontalo, dengan topik bahasan kebijakan dan strategi daerah dalam PP ATM untuk menuju Kabupaten Gorontalo eliminasi ATM tahun 2030, di Ruang Madani Kantor Bupati Gorontalo. Jum’at (04/11/2022)
Untuk penyakit aids sendiri, ia mengakui bahwa pengeliminasiannya sulit untuk dilakukan secara total. Pihaknya bertekat untuk tetap menurunkan angka penyebarannya, khususnya di Kabupaten Gorontalo.

“Aids ini penyakit yang menyangkut dengan perilaku, jadi agak sulit untuk mengeliminasinya secara total, tapi kita bertekat untuk mengurangi angkat penyebarannya,” ungkap Kadis saat diwawancarai.
“Tapi untuk TB dan malaria kita memang punya target untuk membasiminya secara menyeluruh untuk dua sampai tiga tahun kedepan,” sambungnya.
Ismail juga mengajak seluruh stakeholder agar berperan aktif dalam pemberantasan TB dan malaria di Kabupaten Gorontalo.
“Jadi ini bukan hanya tugas dari Dinas Kesehatan, tapi seluruh lintas sektor. Agar pengeliminasinya bisa lebih maksimal lagi.” tuturnya.
Lebih lanjut kata dia, pihaknya selalu berupaya agar TB dan malaria bisa teratasi di daerah dengan julikan Madinatul Ilmi itu.
“Untuk TB ini sendiri sudah dari dulu kita gencar untuk mengatasinya. Misalnya inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas Limboto, bahkan petugasnya sampai berangkat ke luar negeri, di Swiss,” terangnya.
Kedepan Ismail berharap aids, tuberkolosis dan malaria ini benar-benar sirna dari Kabupaten Gorontalo.
“Semoga penyakit-penyakit ini tidak lagi ada di Kabupaten Gorontalo, semua harus berperan agar ini terwujud,” pungkasnya. (iyal)













