Gorontalo – Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan (BPMKP) Provinsi Gorontalo berkomitmen penuh dalam mendukung iklim investasi yang sehat melalui penguatan sistem perizinan. Langkah nyata ini dibuktikan dengan keterlibatan aktif BPMKP dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (Risk-Based Approach/RBA) Tahun 2026bersama Tim Teknis Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor Provinsi Gorontalo.
Kegiatan strategis tersebut berlangsung di Nafill Cafe n Resto, Kabupaten Bone Bolango, pada Kamis (1/10/2026).
Hadir langsung dalam forum tersebut, Kepala BPMKP Gorontalo, Hafri Syam Masyhur, guna membahas optimalisasi pelayanan publik dan integrasi sistem perizinan satu pintu.
Rapat koordinasi ini berfungsi sebagai wadah evaluasi untuk memetakan kendala teknis di lapangan serta mempererat sinergi antardinas. Fokus utamanya adalah menyelaraskan proses penerbitan izin melalui sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) agar lebih transparan dan akuntabel.
“Rapat evaluasi ini memiliki peran penting untuk memastikan implementasi perizinan berusaha berbasis risiko (RBA) dapat berjalan secara efektif, terintegrasi, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Hafri Syam Masyhur di sela-sela kegiatan.
Melalui sistem RBA, standardisasi dan ketatnya proses perizinan akan disesuaikan dengan tingkat risiko dari masing-masing jenis usaha. Oleh karena itu, dukungan dari OPD teknis seperti BPMKP sangat krusial, terutama dalam memberikan rekomendasi serta verifikasi pemenuhan syarat teknis.
Dalam kaitan ini, BPMKP mengambil peran vital pada sektor usaha yang bersentuhan langsung dengan rantai pangan. Kehadiran balai ini memastikan bahwa simplifikasi birokrasi tidak mengorbankan aspek kesehatan masyarakat.
“Keterlibatan BPMKP ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa aspek keamanan dan mutu pangan tetap menjadi perhatian utama dalam mendukung kemudahan berusaha,” tambah Hafri.
Melalui langkah kolaboratif ini, BPMKP Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo berharap dapat menciptakan iklim usaha yang tidak hanya sehat dan aman bagi konsumen, tetapi juga berkelanjutan serta ramah investasi bagi para pelaku usaha di Bumi Serambi Madinah.













