, Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, dan juga selaku Ketua Asosiasi Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum se-Indonesia (Asdepamsi) meminta agar yang terhimpun dalam Asdepamsi dapat memperkuat sinegritas dan kolaborasi antara direksi dan dewan pengawas serta hubungan yang semakin baik antara KPM dewan pengawas dan wadah direksi.
Hal itu diungkapkan Marten Taha pada saat rapat kerja teknis (Rakernis) yang diselenggarakan di Surabaya, Malang dan Pasuruan dari tanggal 7 sampai 10 Maret, tahun 2023.
“Saat ini memang benar bahwa, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diseluruh Indonesia menjadi perhatian khusus, dan sekarang telah menjadi target-target khusus untuk diincar,” ujar Marten, Rabu (08/03/2023).
Selain itu juga, Marten memberikan masukan, untuk tugas yang perlu dilakukan oleh Asdepamsi adalah bagaimana melakukan perbaikan tentang tata kelola perusaahan, sehingga prinsip-prinsip good corporate governance menjadi penting untuk diterapkan di perusahaan.
“Tapi belum seluruh PDAM melakukan itu, karena memang ada tingkatan-tingkatannya, tapi sudah ada beberapa PDAM diseluruh Indonesia yang sudah pada tingkatan pada good corporate governance,” tuturnya.
Maka kata Marten, beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencapai seperti yang telah dibahas yaitu perbaikan dan harmonisasi regulasi dan juga tentang edukasi pembinaan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM), kemudian melakukan digitalisasi.
“Memang seluruh perusahaan PDAM ini punya kualitas SDM, ada beberapa perusahaan di Jawa berbeda dengan perusahaan yang ada di daerah yang terpencil,” ucapnya.
Marten berharap, kiranya tugas dari asosiasi ini mampu untuk memberikan pembinaan kepada perusahaan agar menjadi berkembang, dimana perusahaan yang mampu untuk menopang kehidupan masyarakat dan pemerintah itu sendiri.
“Kemudian melakukan digitalisasi ini penting, pemeriksaan leter air tidak perlu melakukan pemeriksaan secara manual tapi secara digital untuk mengurangi tingkat kebocoran air,” urainya.
“Karena pembacaan meter secara manual, yang datang ke rumah-rumah berbeda dengan yang sudah digitalisasi, hal itu dikarenakan perbedaan waktu sehingga berbeda jumlah yang dicatat pada saat dikeluarkan diintalasi pengelohan sampai ke meter-meter di rumah-rumah.” imbuhnya.












