GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mendorong percepatan pelaksanaan Program UPLAND (The Development of Integrated Farming Systems in Upland Areas) agar seluruh target kegiatan dapat terealisasi sebelum program berakhir pada tahun 2026.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat percepatan pelaksanaan Program UPLAND yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, Sabtu (23/5/2026). Dalam rapat tersebut, seluruh pemangku kepentingan diminta untuk mempercepat setiap tahapan kegiatan agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya petani.
Sugondo menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan menjadi langkah penting menyusul hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia terhadap progres program di daerah.
“Dari hasil pertemuan ini, kita akan segera membagi tugas dan mempercepat seluruh proses pelaksanaan,” ujar Sugondo.
Program UPLAND merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian RI yang difokuskan pada pengembangan sistem pertanian terpadu di kawasan dataran tinggi. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong peningkatan pendapatan petani melalui penerapan sistem pertanian modern dan berkelanjutan.
Kabupaten Gorontalo menjadi salah satu dari 14 kabupaten di Indonesia yang dipercaya untuk melaksanakan program tersebut. Keikutsertaan daerah dalam Program UPLAND membuka peluang besar untuk memperoleh dukungan pendanaan internasional guna mempercepat pembangunan sektor pertanian.
Melalui program ini, Kabupaten Gorontalo berpeluang memanfaatkan hibah internasional senilai sekitar Rp1,7 miliar yang berasal dari Islamic Development Bank dan International Fund for Agricultural Development.
Menurut Sugondo, waktu pelaksanaan yang tersisa relatif terbatas sehingga seluruh perangkat daerah dan pihak terkait harus bekerja lebih cepat agar target program tahun 2026 dapat tercapai sesuai jadwal.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah menargetkan seluruh kegiatan utama sudah dapat diselesaikan paling lambat pada September 2026. Dengan demikian, proses evaluasi dan penyelesaian program dapat dilakukan secara optimal sebelum masa berakhirnya Program UPLAND.
“Target kerja tahun 2026 harus bisa kita capai sebelum September sehingga hasil akhirnya dapat maksimal bagi daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Sugondo menilai peluang mendapatkan manfaat dari hibah internasional tersebut merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi Kabupaten Gorontalo dalam memperkuat pembangunan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin kehilangan kesempatan akibat keterlambatan pelaksanaan atau tidak tercapainya target yang telah ditetapkan.
“Program ini sudah berjalan sejak 2021. Jadi sangat rugi kalau peluang hibah sebesar ini tidak bisa dimanfaatkan sampai akhir program,” tegasnya.
Selain meningkatkan produktivitas pertanian di kawasan dataran tinggi, Program UPLAND juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas petani, memperluas akses terhadap teknologi pertanian modern, serta menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dengan percepatan yang kini dilakukan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis seluruh target program dapat tercapai sehingga manfaat hibah internasional dan berbagai intervensi pembangunan pertanian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kabupaten Gorontalo.















