https://wa.wizard.id/003a1b

Rupiah Melemah, Tembus 15.803 per USD

Dailypost.id
Dolar Rupiah (dok: istimewa)

DAILYPOST.ID Jakarta — Selasa, (26/03/2024), nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS membuka perdagangan dengan penurunan. Rupiah melemah dipengaruhi oleh sentimen terkait kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang diyakini tidak akan mengalami penurunan dalam waktu dekat.

Menurut Ariston Tjendra, seorang Pengamat Pasar Uang, “Pelaku pasar masih memperhatikan kebijakan The Fed yang cenderung untuk tidak segera menurunkan suku bunga acuannya.” Hal ini terjadi karena data inflasi AS masih tetap tinggi, di atas level target 2 persen, dan beberapa indikator ekonomi AS masih menunjukkan performa yang kuat.

Data terbaru mengenai jumlah izin membangun perumahan AS yang dirilis semalam menunjukkan adanya pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan bahwa perekonomian AS masih solid dan mampu menahan laju inflasi.

Di samping itu, bank sentral China juga melakukan suntikan likuiditas melalui reverse repo 7 hari, dengan besaran yang cukup signifikan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi aset-aset berisiko, termasuk rupiah. Pagi ini, indeks saham Asia juga bergerak positif, memberikan gambaran optimis terhadap pasar regional.

Dalam konteks ini, Ariston memprediksi pergerakan potensial kurs rupiah terhadap dolar AS. Meskipun sebelumnya melemah dan menyentuh kisaran resisten Rp15.800 per dolar AS, Ariston memproyeksikan potensi penguatan rupiah ke arah 15.750 per dolar AS, dengan potensi pelemahan ke arah 15.830 per dolar AS hingga Rp15.850 per dolar AS.

Kesimpulan

Meskipun rupiah melemah awalnya, berbagai faktor eksternal dan proyeksi pasar memberikan indikasi potensi kenaikan rupiah. Pemantauan terus menerus terhadap perkembangan ekonomi global menjadi penting bagi pelaku pasar untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

(d09)
Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version