Soal Penanganan Limbah Medis, Deprov Gorontalo Beri Rekomendasi ke Pihak RS Dunda Limboto

DAILYPOST.ID, Limboto- Komisi lV DPRD Provinsi Gorontalo mengadakan Pertemuan dengan Direktur RSUD MM. Dunda Limboto, dalam rangka penanganan limbah medis, bertempat di ruang rapat RS Dunda Limboto, Senin (16/05/22).

Di saat peninjauan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), Komisi lV mendapati tumpukan sampah yang terbuka berdekatan dengan jalan dan rumah warga.

Sehingga Ketua Komisi IV Sofyan Puhi memberikan rekomendasi kepada pihak rumah sakit agar TPS ini dicarikan tempat yang lebih tertutup sehingga tidak mencemari lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Ini perlu urgensinya, artinya harus dicarikan tempat yang lebih tertutup dan ini harus diprioritaskan untuk dianggarkan kedepan,” tegas Sofyan.

Selanjutnya menurut Sofyan, kerja sama dengan pihak ketiga terkait pengolaan limbah medis harus dipercepat, mengingat kontrak sebelumnya telah berakhir.

“Kami juga menyarankan pengelolaannya itu harus rutin dan kerja sama dengan pihak ketiga dari perusahaan tenaga jaya itu perlu dipercepat karena mereka sudah berakhir di bulan April,” tuturnya.

Sofyan mengungkapkan, masalah ini akan menjadi catatan bagi DPRD terutama di Komisi IV untuk dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) agar bisa ditindaklanjuti.

“Jadi ini beberapa catatan Insya Allah besok hari selasa kami akan tindaklanjuti dengan RDP,” pungkas Sofyan.

Di tempat yang sama Direktur RSUD Dunda Limboto, Alaludin Lapananda mengatakan, terkait dengan pengolahan limbah medis B3 di RS Dunda Limboto akan dilakukan upaya secara maksimal untuk memenuhi standar ketentuan.

“Yang pertama tentu kami harus perhatikan bagaimana kondisi keuangan rumah sakit sehingga bisa segera mungkin menangani pemenuhan standar-standar tersebut,” ucapnya.

“Sebab kita ketahui bersama limbah B3 ini tentu berproduksi setiap hari. Tapi alhamdulillah hari ini seperti yang dilakukan kunjungan oleh komisi Vl ke tempat pembuangan sampah sementara itu memang sudah ada hanya memang belum maksimal,” sambung Alaludin.

Selanjutnya dalam waktu dekat ini, Alaludin mengungkapkan bahwa pihaknya berencana akan membangun TPS rumah sakit secara permanen.

Dan meski kerja sama dengan pihak ketiga sebelumnya sudah berakhir di bulan April, akan tetapi pihak rumah sakit membuka kesempatan kepada pihak ketiga lain untuk pembangunan TPS secara permanen.

“Bukan kami tidak memperpanjang kerja sama dengan pihak ketiga sebelumnya melainkan kami pun masih membuka diri siapa saja yang bisa melakukan kerja sama dengan pihak rumah sakit menekankan kepada ketersediaan dari cold storage,” tandas Direktur. (RizkyB)

 



iklan cakades
Bagikan ke media sosial