https://wa.wizard.id/003a1b

Benarkah ada Dualisme di PPP Gorontalo?

Dailypost.id
Caleg DPR-RI, Prof. Fory Naway dan H. Sawaludin. (Ist)

DAILYPOST.ID Gorontalo – Mendekati Pemilihan Umum 2024, para calon legislatif di Provinsi Gorontalo sedang aktif mempersiapkan strategi dan dukungan untuk meraih kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun, belakangan ini muncul isu konflik dualisme dukungan di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Gorontalo, khususnya antara dua kubu yang mendukung Prof. Fory Naway, dan H. Sawaludin.

Sekretaris DPW PPP Gorontalo, Sarwan La Duhu, menanggapi isu tersebut dengan tegas membantah adanya perpecahan di dalam partai. Saat diwawancara pada Sabtu (06/01/2024), Sarwan menjelaskan bahwa PPP tetap solid dan tidak terjadi dualisme dukungan seperti yang beredar.

“Nggak ada, PPP itu utuh, kemudian terkait dukungan tidak ada itu cerita karena ada kubu ini kubu itu. Cuma kita kan untuk caleg DPR RI ini kita petakan dengan wilayahnya tetapi itu juga tidak kaku jadi ngak ada perpecahan,” ungkap Sarwan.

Sarwan menekankan bahwa setiap calon anggota legislatif dari PPP Gorontalo wajib saling mendukung satu sama lain. Dukungan antara Sawaludin dan Fory Naway dianggapnya tidak menciptakan dualisme karena di dalam PPP, bekerja sama adalah kewajiban.

“Kita ditegaskan untuk caleg DPR RI ini bekerja sama, baik kabupaten, provinsi, dan DPR RI itu bekerja sama saling mendukung jadi tidak ada kotak-kotak tidak ada dualisme,” tambahnya.

Sekretaris DPW PPP Gorontalo menegaskan bahwa isu mengenai dualisme ini hanya sebatas rumor yang bertujuan untuk menggoyangkan stabilitas PPP. Dia menekankan bahwa partai ini tetap solid, dan semua calon legislatif bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

“Jadi di PPP itu ngak ada ngak itu dualisme yang jelas untuk PPP itu diwajibkan dari partai untuk caleg-calegnya saling bekerjasama untuk semua tingkatan caleg,” tutup Sarwan La Duhu.

(Rizki Kakilo)

 

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version