BRInita BRI Jadi Contoh Inovasi Perempuan dalam Urban Farming, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga

Dailypost.id
BRInita BRI Jadi Contoh Inovasi Perempuan dalam Urban Farming, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga (ist)

DAILYPOST.ID JAKARTA — Inisiatif urban farming berbasis komunitas yang digagas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRInita (BRI Bertani di Kota) kian menunjukkan dampak nyata di tengah masyarakat perkotaan. Terbukti, program ini berhasil mencetak sejarah dengan meraih penghargaan nasional dalam ajang Mata Lokal Fest 2025, berkat perannya dalam menggerakkan perempuan sebagai aktor utama dalam pertanian kota.

Penghargaan Sustainable Impact in Women-Led Urban Agriculture yang diterima BRI bukan semata-mata bentuk apresiasi, tetapi juga pengakuan atas pendekatan inovatif dalam menjawab tantangan pangan, ketimpangan gender, hingga penguatan ekonomi rumah tangga di wilayah urban.

Sejak diluncurkan pada 2022, BRInita telah menjangkau 31 lokasi di 15 provinsi di Indonesia. Lebih dari 1.160 perempuan terlibat aktif dalam program ini, yang tidak hanya membekali mereka dengan keterampilan bertani, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi. Hasilnya signifikan: peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) perempuan sebesar 20,16% dan kontribusi terhadap penurunan angka stunting anak sebesar 11,27% di komunitas dampingan.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar program, tetapi strategi jangka panjang dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan. “BRInita adalah ruang nyata di mana perempuan menjadi motor penggerak perubahan, dari rumah ke masyarakat,” ujarnya.

Salah satu keberhasilan BRInita yang menonjol datang dari Kelurahan Medokan Ayu, Surabaya. Di sana, kelompok perempuan Kosagrha Lestari berhasil menyulap lahan tidur seluas 800 meter persegi menjadi kebun produktif. Dengan hasil panen sayur, buah, ikan, hingga ternak ayam, kelompok ini mampu meraih pendapatan hingga Rp10 juta per bulan.

“Dulu kami hanya berkegiatan di rumah. Sekarang kami bisa mandiri, hasil panen kami konsumsi sendiri dan jual ke tetangga. Rasanya seperti punya usaha sendiri,” ungkap salah satu anggota Kosagrha Lestari.

Fenomena menurunnya ketersediaan lahan hijau di kota besar membuat konsep urban farming makin relevan. BRInita menjawab tantangan ini dengan pendekatan adaptif: menyediakan pelatihan teknis, bantuan infrastruktur pertanian, dan akses pasar melalui jaringan BRI.

BRI pun menggandeng berbagai pihak, termasuk ahli pertanian kota dan mitra UMKM, untuk memastikan keberlanjutan usaha para penerima manfaat. “Kami ingin program ini tidak hanya selesai di pelatihan, tapi benar-benar menjadi mata pencaharian baru yang berkelanjutan,” tambah Hendy.

Penghargaan yang diberikan oleh Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian, dalam Mata Lokal Fest 2025 menjadi simbol penting bahwa gerakan dari komunitas lokal bisa berdampak secara nasional. Menurut Dahlan Dahi, CEO Tribun Network, BRInita adalah bukti bahwa solusi keberlanjutan tidak harus selalu datang dari kebijakan besar, tetapi bisa tumbuh dari taman kecil di tengah kota.

“BRInita adalah bukti bahwa perubahan besar dimulai dari dapur dan halaman rumah. Ini bukan hanya tentang sayuran, tapi tentang harapan, kerja sama, dan masa depan,” pungkasnya. (*)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version