, Tulungagung – Memperingati Hari Air Sedunia (Word Water Day) ke-29, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menetapkan Dam Cluwok di Desa Bono kecamatan Boyolangu sebagai Monumen Pengairan Tulungagung.
Dam Cluwok dibangun pada tahun 1931 ini adalah sistem pengendali banjir pertama yang ada di Tulungagung
Di era kolonial Belanda, Dam Cluwok memegang kendali vital untuk mengendalikan banjir Tulungagung
Seiring berfungsinya parit Agung dan Terowongan Niyama, apalagi di sisi utara juga dibangun Dam Majan. Maka Dam Cluwok tidak lagi difungsikan.

“Dam Cluwok mempunyai nilai sejarah yang tinggi, karena di sinilah pertama kali dibangun sistem pengendalian banjir di Tulungagung,” kata Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat meninjau Dam Cluwok, Senin 22/3/2021)
Dam Cluwok diharapkan menjadi pengingat kepada generasi penerus, bahwa pernah ada sistem pengendali banjir yang canggih di masa lalu.
Bupati Maryoto mengajak melalui World Water Day yang bertema “Valuing Water” (menghargai air) seluruh masyarakat Tulungagung untuk sadar dan menghargai akan pentingnya air bagi kehidupan.
“ Mari kita bersama-sama bergandeng tangan, bahu membahu untuk ikut serta dalam pengelolaan air, menjaga dan melestarikan sumber daya air, sehingga air akan terus lestari untuk menghidupi kita secara berkelanjutan sampai kepada anak cucu kita nanti,” kata bupati. (Dailypost/Sar)













