https://wa.wizard.id/003a1b

China Terus Borong Emas, Picu Kenaikan Harga!

Dailypost.id
China Terus Menimbun Emas, Harga Bakal Naik Drastis! (Ilustrasi/Istimewa)

DAILYPOST.ID Jakarta — Dalam beberapa tahun terakhir, China menjadi salah satu negara yang aktif menambah cadangan emasnya. Namun, aktivitas pembelian emas oleh Bank Sentral China (People’s Bank of China/POBC) sempat terhenti pada bulan Mei dan Juni 2024. Meski demikian, selera China untuk menambah cadangan emas tetap tinggi, mengingat kepemilikan cadangan emas mereka masih tergolong rendah.

Menurut laporan Reuters, China memulai kembali penimbunan emas pada November 2022, delapan bulan setelah sanksi negara Barat membekukan setengah cadangan emas resmi Rusia. Sejak saat itu, POBC melaporkan pembelian emas secara konsisten selama 18 bulan, hingga mencapai puncaknya pada tahun 2024 dengan harga emas global yang mencetak rekor tertinggi.

Dewan Emas Dunia (World Gold Council/WGC) mencatat bahwa POBC adalah pembeli emas tunggal terbesar di dunia pada tahun 2023, dengan pembelian bersih mencapai 7,23 juta ons dalam setahun. Angka ini merupakan rekor pembelian terbesar oleh China dalam kurun waktu setidaknya 46 tahun terakhir. Namun, jeda pembelian emas oleh China pada Mei dan Juni tahun ini menyebabkan harga spot emas berada di bawah tekanan, membuat pasar global berspekulasi mengenai selera China untuk melanjutkan pembelian emas.

Seorang sumber di pemerintahan China menyatakan bahwa jeda pembelian ini adalah respons terhadap tingginya harga emas saat ini.

“Kita perlu melihat harga. Tidak mungkin bagi bank sentral untuk mempertahankan jumlah pembelian yang konstan setiap bulannya,” ujarnya. Risiko geopolitik yang sedang berlangsung diperkirakan akan membuat China tetap memprioritaskan program jangka panjang untuk pembelian emas.

Meski demikian, cadangan emas China dinilai masih perlu ditingkatkan, baik secara absolut maupun relatif. Pada bulan Juni 2024, China diperkirakan memiliki cadangan mata uang asing terbesar di dunia sebesar US$ 3,22 triliun. Namun, porsi emas dalam keseluruhan cadangan ini hanya mencapai 4,9%, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata cadangan emas negara-negara lain yang mencapai 16%.

“Mengingat cadangan devisa yang mendasar dan berskala sangat besar, kami yakin PBOC akan membeli emas dengan volume yang lebih tinggi selama beberapa dekade,” kata Nitesh Shah, ahli strategi komoditas di WisdomTree. Pembelian emas oleh investor ritel di China juga diproyeksikan tetap kuat di tengah krisis properti yang berkepanjangan. Pembelian oleh POBC selama ini memberikan kepercayaan tambahan terhadap emas bagi masyarakat luas.

Shaokai Fan, Kepala Sektor Bank Sentral Global di Dewan Emas Dunia, menambahkan bahwa pembelian emas oleh pemerintah bagaikan promosi gratis bagi komoditas emas untuk dimiliki oleh masyarakat.

“Pembelian sektor resmi adalah iklan gratis untuk emas di China. Dalam artian, jika bank sentral membeli emas, mungkin saya, sebagai investor ritel, akan membelinya juga,” tegas Fan.

Dengan tren ini, China diperkirakan akan terus memainkan peran penting dalam pasar emas global, tidak hanya sebagai konsumen utama tetapi juga sebagai negara yang strategi keuangannya memberikan dampak besar terhadap harga emas di pasar internasional.

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version