Dinkes Sumut Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Jiwa Lewat Program Cek Kesehatan Gratis

DAILYPOST.ID , MEDAN – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara tidak hanya mendeteksi penyakit fisik, tetapi juga mengidentifikasi sejak dini indikasi gangguan kesehatan jiwa pada masyarakat. Dari sekitar 2,8 juta warga yang telah mengikuti skrining kesehatan, ditemukan sejumlah peserta yang mengalami gejala kecemasan dan stres atau masuk kategori Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).

“Kami menemukan masyarakat yang mengalami kecemasan dan stres pada tahap awal. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, namun harus segera dikendalikan agar tidak berkembang menjadi gangguan jiwa yang lebih berat,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumut, Hery Valona Bonatua Ambarita, pada temu pers yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (10/7/2026).

Hery mengatakan, Kementerian Kesehatan memperkirakan sekitar 1,2 persen penduduk Indonesia mengalami kecemasan dan stres yang berpotensi berkembang menjadi masalah kesehatan jiwa apabila tidak ditangani dengan baik.

Menurutnya, hasil skrining menunjukkan kelompok remaja menjadi yang paling banyak mengalami kecemasan dan stres, terutama akibat tekanan akademik dan beban sekolah. Sementara pada kelompok dewasa, persoalan ekonomi, kebutuhan biaya pendidikan anak, serta tuntutan kehidupan menjadi faktor yang banyak memicu gangguan kesehatan mental.

Untuk mencegah kondisi tersebut berkembang menjadi gangguan jiwa berat, Dinkes Sumut mengedepankan deteksi dini, edukasi, pendampingan, dan terapi. Sementara bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), pemerintah menyediakan layanan komprehensif melalui pemeriksaan dokter spesialis jiwa, terapi, hingga perawatan di rumah sakit jiwa.

“Saat ini kami mendapat target melakukan skrining kesehatan jiwa terhadap 22 ribu orang. Hingga sekarang, lebih dari 13 ribu orang atau sekitar 67 persen telah menjalani skrining. Kami optimistis target tersebut dapat tercapai pada Desember mendatang,” katanya.

Selain skrining, Dinkes Sumut juga menjalankan program bebas pasung bagi ODGJ di seluruh kabupaten/kota. Hingga kini, sebanyak 186 ODGJ telah mendapatkan penanganan melalui kerja sama Dinkes Sumut, dinas kesehatan kabupaten/kota, serta rumah sakit jiwa.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Universal Health Coverage (UHC) dan Program Berobat Gratis (PROBIS) yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumatera Utara. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan jiwa tanpa dipungut biaya.

“Minggu depan kami akan mulai menguji pelaksanaan kerja sama yang telah dibangun. Masyarakat yang masih dipasung akan dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan medis. Di Tanjung Balai, misalnya, dari lima ODGJ yang dipasung, masih ada dua orang yang keluarganya belum bersedia membawa mereka berobat,” ujar Hery.

Ia menegaskan, penanganan ODGJ harus dilakukan secara medis melalui diagnosis dokter spesialis jiwa, pemberian obat, serta perawatan sesuai kebutuhan pasien.

Menurut Hery, keberadaan program UHC membuat masyarakat kini lebih mudah mengakses layanan kesehatan jiwa dibandingkan sebelumnya.

“Dengan UHC, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan jiwa secara gratis, mulai dari pemeriksaan dokter spesialis jiwa, pemberian obat hingga rawat inap sesuai indikasi medis. Gangguan jiwa sama seperti penyakit kronis lainnya yang harus dikendalikan melalui pengobatan secara teratur. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi memasung ODGJ, melainkan segera membawa mereka ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” pungkasnya.(JB).

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version