, MEDAN – Gitar Sipoholon, alat musik yang populer di era 80-an, kini kembali diproduksi dan dipasarkan secara nasional.
Hal itu disampaikan penjaga Paviliun Pemkab Tapanuli Utara, Raiza Purba di ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50, Jumat (17/7/2026).
Menurut Raiza, gitar Sipoholon merupakan produk asli Kecamatan Sipoholon, Taput. Kualitasnya tak kalah dengan produk daerah lain maupun luar negeri.
“Produk ini asli buatan tangan Petrus Hutagalung, putra Sipoholon. Ada mereknya melekat di gitar,” kata Raiza.
Harga gitar bervariasi Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta ke atas. Bahkan sudah ada varian gitar listrik. Petrus Hutagalung mampu memproduksi 2 unit per minggu.
Desainnya diminati pemain musik daerah maupun nasional. “Kualitasnya tidak kalah. Produk ini sudah dipasarkan secara nasional,” ujar Raiza yang bertugas di Paviliun Pemkab Taput Dinas Koperasi dan UMKM.(JB).













