Indramayu – Sebuah kedai kopi baru dengan nilai historis dan filosofis mendalam resmi hadir di Kabupaten Indramayu. Kopi Teras yang berlokasi di Jalan Di Panjaitan No.20 Karanganyar, Kabupaten Indramayu, menggelar Grand Opening pada Sabtu (3/10/2026) sore.
Kopi Teras dibangun di atas tanah warisan kakek dan nenek pemiliknya, Bapak Abbas Kosin dan Ibu Mamlukah. Tempat ini memiliki nilai emosional sebagai upaya melestarikan memori masa kecil di Indramayu.
“Nama Kopi Teras diambil dari kebiasaan masyarakat zaman dulu yang bersantai di teras rumah. Ini bentuk penghormatan saya kepada memori kakek dan nenek,” ujar pemilik kedai, Muhammad Haidar Alam.

Kedai ini mengusung konsep perpaduan antara warung kopi tradisional dan kafe modern dengan suasana kekeluargaan. Untuk jam operasional, Kopi Teras buka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 23.00 WIB.
Muhammad Haidar Alam menjelaskan, menu unggulannya adalah Tubruk Saring, yaitu kopi tubruk yang disaring selama 3-5 menit menggunakan V60 untuk menghasilkan rasa yang lebih kuat dan pekat. Tersedia varian Tubruk Saring Aren. Kopi yang digunakan adalah biji Robusta langsung dari petani di Lambang, Banten.

Selain itu ada Pantura Series, minuman segar berbasis soda dan sirup yang dirancang khusus untuk menghadapi cuaca panas Indramayu, serta menu modern seperti butterscotch coffee, cafe latte, dan matcha untuk menyasar pelanggan muda.
“Kami menyasar segmen menengah ke bawah dengan harga terjangkau, seluruh menu di bawah Rp20.000. Visi ke depan, Kopi Teras ingin menjadi Tubruk Slow Bar yang relevan bagi anak muda,” ujar Alam.
Acara grand opening ini tidak hanya sekadar syukuran bisnis, tetapi juga menjadi ajang diskusi publik. Hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Indramayu, Ibnu Rizman Syah, S.H., para profesor, tokoh senior, pimpinan partai politik PKB, PDI, Demokrat, hingga pengusaha, aktivis lingkungan dan komunitas dari berbagai kalangan.

Ibnu Rizman Syah yang memprioritaskan hadir demi amanat “Om Iwan” mengatakan, forum ini diharapkan menjadi ajang pendidikan dan temu wacana untuk membahas arah masa depan Indramayu secara cair dan informal dengan budaya ngopi.
“Meski ada kemajuan pembangunan di Indramayu, masih banyak target program yang belum terealisasi, terutama di sektor pendidikan, ekonomi, dan industri. Semoga tempat ini menjadi berkah dan bisa konsisten mendukung diskusi-diskusi progresif,” ungkapnya.













