https://wa.wizard.id/003a1b

Harga Minyak Anjlok di Tengah Kekhawatiran Permintaan AS dan Ketegangan Timur Tengah

Dailypost.id
Harga Minyak Anjlok di Tengah Kekhawatiran Permintaan AS dan Ketegangan Timur Tengah | Ilustrasi/Istimewa

DAILYPOST.ID Jakarta — Harga minyak dunia mengalami penurunan pada awal perdagangan Kamis ini di tengah kekhawatiran pasar terhadap permintaan minyak dari Amerika Serikat (AS) yang melambat setelah rilis data cadangan strategis yang mengejutkan. Cadangan minyak mentah AS melonjak, memicu kekhawatiran bahwa permintaan dari konsumen terbesar dunia ini akan menurun.

Minyak mentah berjangka Brent turun 30 sen atau 0,4 persen menjadi US$84,17 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS (WTI AS) kehilangan 32 sen atau 0,4 persen menjadi US$80,58 per barel.

“Peningkatan persediaan minyak mentah dan bensin di AS membebani pasar, karena kekhawatiran melemahnya permintaan,” kata Tsuyoshi Ueno, ekonom senior di NLI Research Institute, seperti dikutip dari Reuters.

Lonjakan Stok Minyak AS Mengejutkan Pasar

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan lonjakan stok minyak mentah sebesar 3,6 juta barel pada pekan lalu, angka yang jauh di atas ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan sebesar 2,9 juta barel. Selain itu, stok bensin AS juga naik 2,7 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi penurunan sebesar 1 juta barel.

“Peningkatan stok ini mencerminkan lemahnya permintaan di pasar terbesar dunia, yang tentu saja membebani harga minyak global,” tambah Ueno.

Ketegangan Geopolitik Timur Tengah Memicu Ketidakpastian

Di sisi lain, pasar minyak juga terpengaruh oleh ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah. Pasukan Israel menggempur beberapa daerah di Gaza, Palestina, pada Rabu kemarin, sementara ketegangan antara Israel dan Hizbullah di Lebanon terus meningkat. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan pecahnya perang besar-besaran yang bisa melibatkan kekuatan regional lainnya, termasuk Iran, salah satu produsen minyak utama dunia.

Selain itu, Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan solidaritasnya dengan Lebanon dan meminta dukungan negara-negara kawasan, semakin memperkeruh situasi.

“Meskipun ada peningkatan cadangan minyak AS, pasar tetap dalam tarik-menarik karena potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah akibat eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah,” ujar Ueno.

Prospek Harga Minyak ke Depan

Dengan ketidakpastian yang melanda baik dari sisi permintaan di AS maupun dari sisi suplai di Timur Tengah, harga minyak diperkirakan akan terus berfluktuasi dalam waktu dekat. Analis pasar dan investor akan terus memantau perkembangan situasi geopolitik dan data ekonomi dari AS untuk menentukan arah pergerakan harga minyak selanjutnya.

Bagi para pelaku industri, baik produsen maupun konsumen minyak, penting untuk tetap waspada dan melakukan strategi mitigasi risiko guna menghadapi dinamika pasar yang tidak menentu ini.

Penurunan harga minyak global pada Kamis ini mencerminkan kompleksitas pasar energi saat ini, dengan kekhawatiran terhadap permintaan yang melambat di AS dan ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah. Kedua faktor ini akan terus memainkan peran kunci dalam menentukan arah pergerakan harga minyak di masa mendatang.

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version