https://wa.wizard.id/003a1b

Harga Minyak Mentah AS Turun di Bawah USD 82 per Barel Akibat Data Inflasi yang Mengecewakan

Dailypost.id
Tambang minyak (Ist)

DAILYPOST.ID Jakarta — Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) kembali merosot di bawah angka USD 82 per barel pada perdagangan hari ini. Penurunan ini disebabkan oleh data inflasi dan ekonomi yang mengecewakan, memicu kekhawatiran di pasar.

Analis senior dari Price Futures Group, Phil Flynn, menjelaskan bahwa para pelaku pasar kini mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed). Ketidakpastian terkait kebijakan moneter ini turut memberikan tekanan tambahan pada harga minyak.

Selain itu, turunnya harga minyak juga dipengaruhi oleh penurunan kepercayaan konsumen pada bulan April, mencapai level terendah sejak Juli 2022. Data lain menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur di wilayah Chicago mengalami kontraksi, dengan indeks manajer pembelian turun hingga 37,9, mencapai level terendah sejak November 2022. Di samping itu, biaya kompensasi bagi pekerja juga naik lebih cepat dari perkiraan, yakni sebesar 1,2% pada kuartal awal.

Berikut adalah rincian harga energi pada perdagangan hari ini:

  • Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak Juni diperdagangkan pada harga USD 81,93 per barel, mengalami penurunan sebesar 70 sen atau 0,85%. Meskipun demikian, sepanjang tahun ini, harga minyak mentah AS telah mencatat kenaikan lebih dari 14%.
  • Sementara itu, harga minyak Brent, patokan harga minyak dunia untuk kontrak Juni, turun menjadi USD 87,87 per barel, atau turun 53 sen atau 0,6%. Meskipun terjadi penurunan hari ini, patokan harga minyak global ini telah mencatat kenaikan sebesar 14%.
  • Untuk harga bensin RBOB kontrak Mei, terpantau di USD 2,71 per galon, mengalami penurunan signifikan sebesar 1,38%. Namun demikian, sejak awal tahun, harga bensin masih mengalami kenaikan sekitar 29%.
  • Sementara itu, harga gas alam kontrak Juni terpantau di USD 1,99 per seribu kaki kubik, mengalami penurunan sebesar 1,92%. Secara keseluruhan, harga gas alam turun sekitar 21% sejak awal tahun.

Penurunan harga minyak hari ini menimbulkan perhatian di pasar energi global, sementara para pelaku pasar terus memantau perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter AS untuk arah pergerakan harga minyak ke depan.

(d09)
Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version