Idah Syahidah: Menu MBG SMAN 1 Suwawa Jadi Contoh Pengelolaan Anggaran yang Baik

Akbar

DAILYPOST.ID Gorontalo – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Gorontalo kini memasuki babak baru dengan pengawasan yang semakin ketat. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mampu mempertahankan kualitas dan melahirkan inovasi berpeluang besar meraih penilaian bintang serta bonus dari Badan Gizi Nasional (BGN). Sebaliknya, SPPG yang abai terhadap standar pelayanan terancam sanksi penurunan penilaian hingga penutupan.Pernyataan tegas tersebut disampaikan Idah saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di SMA Negeri 1 Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (9/10/2026).

Dalam kunjungan tanpa pemberitahuan tersebut, Wagub meninjau langsung kualitas makanan yang diproduksi oleh SPPG Polres Buludawa di bawah naungan Polda Gorontalo. Ia memuji menu yang disajikan karena dinilai bagus, enak, berporsi banyak, dan menyertakan lauk ayam yang cukup besar, sehingga layak menjadi percontohan.

Idah menilai, kualitas hidangan di SMAN 1 Suwawa membuktikan bahwa alokasi anggaran sebesar Rp10.000 per porsisangatlah ideal dan mampu menghasilkan makanan layak anak jika dikelola secara baik dan bertanggung jawab. Keberhasilan SPPG Polres Buludawa ini diharapkan menjadi tolok ukur dan motivasi bagi SPPG lain di Provinsi Gorontalo. Karena pengawasan dari BGN kini makin diperketat, Idah mengingatkan seluruh pengelola SPPG untuk terus meningkatkan kualitas makanan, menjaga kebersihan, serta memastikan keamanan pangan selama proses pengolahan hingga pendistribusian.

Selain menyoroti mutu makanan, Wagub Gorontalo juga melemparkan wacana inovasi pelayanan MBG melalui sistem prasmanan. Model ini dinilai memberikan ruang bagi siswa untuk mengambil takaran porsi sesuai kebutuhan masing-masing, sekaligus mengurangi potensi limbah makanan. Walau saat ini penerapannya masih terbatas di kota-kota besar, Idah membuka peluang agar model prasmanan ini bisa segera dicoba dan dievaluasi di Gorontalo dengan pengawasan yang baik.

Di sisi lain, Idah juga meminta pihak sekolah, khususnya para guru, ikut aktif mengawasi keamanan makanan yang diterima siswa. Penataan dan penutupan wadah makanan atau ompreng harus diperhatikan secara detail agar hidangan tetap bersih, aman, dan terhindar dari kontaminasi bakteri sepanjang jalur distribusi hingga sampai ke tangan penerima manfaat.

Program pemenuhan gizi gratis di sekolah ini menyasar total 618 porsi yang didistribusikan langsung di lingkungan pendidikan formal guna mendorong pemerataan nutrisi. Seluruh paket makanan tersebut dialokasikan secara merata dengan rincian 573 porsi untuk siswa, 35 porsi untuk guru, serta 10 porsi sisanya ditujukan bagi tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Suwawa.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak sekolah, program Makan Bergizi Gratis di Gorontalo diharapkan tidak hanya sekadar memberi makan, melainkan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi emas yang sehat dan kompetitif.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version