, Gorontalo – Menjelang peringatan Hari Buruh pada 1 Mei, banyak isu dan rencana aksi demo yang beredar di sejumlah daerah, termasuk di Gorontalo. Namun, Adhan Dambea atau yang sering disapa pak AD, anggota deprov Gorontalo, merasa khawatir dengan sikap para pendemo yang dinilai cukup anarkis dan tidak bijaksana.
Dalam sebuah wawancara, Adhan Dambea mengingatkan para pendemo untuk menggunakan cara yang bijak dalam menyampaikan pendapat. Ia menilai bahwa demo yang dilakukan pada 10 April lalu di Gorontalo terlalu anarkis dan merusak fasilitas umum.
Adhan Dambea juga merasa prihatin dengan kebiasaan para pendemo yang menganggap aparat kepolisian sebagai musuh dan bahkan melukai para aparat kepolisian saat demo berlangsung. Ia berharap agar para pendemo tidak melakukan tindakan anarkis dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Sungguh sangat tidak pantas melakukan demo dengan merusak fasilitas-fasilitas umum, sebab fasilitas-fasilitas itu bukan milik pemerintah tetapi milik rakyat, jadi jangan merusak hal-hal yang berstatus milik rakyat,” tegas Adhan Dambea.
Adhan Dambea juga mengingatkan para pendemo bahwa surat izin demo harus dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, dan aparat kepolisian hanya bertugas sebagai pengaman agar tidak terjadi hal-hal negatif akibat dari sikap anarkis para pendemo.
Dalam menghadapi rencana aksi demo pada Hari Buruh nanti, Adhan Dambea berharap agar semua pihak dapat berbicara dengan santun dan bijaksana dalam menyampaikan pendapatnya. Ia berpesan agar para pendemo tidak melanggar hukum dan menghargai fasilitas-fasilitas umum yang ada. (Rifaldi Saidi)













