ARAB SAUDI – Puncak pelaksanaan ibadah haji semakin dekat. Jutaan umat Islam dari seluruh dunia tengah bersiap menghadapi fase paling krusial: wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina yang dikenal sebagai fase Armuzna. Di tengah kondisi iklim ekstrem dan potensi kelelahan fisik, Kloter 28 UPG asal Gorontalo menunjukkan kesiapan penuh, tak hanya dari sisi jemaah, tetapi juga kekompakan tim petugas yang solid.
Tim petugas Kloter 28 yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, hingga Petugas Haji Daerah (PHD), telah melakukan survei langsung ke lokasi-lokasi vital seperti Arafah dan Mina. Tujuannya? Menjamin kelayakan tenda, kesiapan logistik, dan skema mobilisasi jemaah menjelang puncak ibadah.
“Alhamdulillah, survei kami berjalan lancar. Kami pastikan semua jemaah Kloter 28 siap menunaikan puncak haji, baik melalui skema Murur maupun Tanazul,” ungkap Ketua Kloter 28 UPG, Abdurrahman Yusuf, Minggu (1/6/2025).
Sementara itu, PHD Kloter 28 UPG, Yaser Arafat Dama, menyatakan bahwa dari hasil pantauan langsung, akomodasi dan konsumsi jemaah telah disiapkan dengan matang. Selama berada di Arafah dan Mina, jemaah akan difasilitasi makanan dalam bentuk paket siap saji, demi efisiensi dan kebersihan.
Namun, bukan hanya fasilitas yang jadi fokus utama. Yaser menekankan bahwa koordinasi internal dan kedisiplinan tim petugas menjadi kekuatan utama Kloter 28.
“Petugas kami selalu kompak, responsif, dan profesional menghadapi setiap tantangan. Ketua regu dan rombongan pun aktif membantu menjaga ritme manajemen kloter agar tetap kondusif,” jelasnya.
Tak lupa, Yaser mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dan mental menjelang Armuzna. “Kami mohon jemaah menaati arahan penyelenggara dan fokus menjaga stamina. Dengan ikhtiar dan doa, in syaa Allah semua akan berjalan lancar,” tutupnya. (Ad/d09)













