https://wa.wizard.id/003a1b

Kapolda Sumbar Terjun ke Lokasi Bencana: Belasan Jenazah Ditemukan, 300 Warga Masih Hilang di Agam”

Sumbar ,29 November 2025 – Sumatera Barat kembali berada dalam situasi darurat. Sejak beberapa hari terakhir, rangkaian bencana alam Akibat cuaca Extrime melanda hampir seluruh wilayah mulai dari Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Pesisir Selatan, Solok, hingga Limapuluh Kota. Galodo, banjir bandang, longsor, hingga runtuhan bebatuan besar menghantam jalan-jalan utama dan permukiman warga. Namun, salah satu daerah yang paling parah terdampak adalah Kabupaten Agam, terutama di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

Di wilayah ini, suasana duka mendalam menyelimuti setiap sudut nagari. Informasi yang disampaikan langsung oleh Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Trie Suryanta, melalui unggahan di Instagram resminya, menyebutkan bahwa belasan jenazah korban galodo masih terbaring di dalam masjid. Banyak di antara jenazah tersebut belum teridentifikasi karena akses menuju lokasi masih tertutup total oleh material longsor dan lumpur.

 

Tim penyelamat yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD, dan unsur pemerintah daerah terus berjibaku menembus jalur yang terisolasi. Dengan dukungan helikopter, sebagian korban berhasil diterbangkan ke RS Bhayangkara Padang untuk proses identifikasi dan pemulasaraan. Meski begitu, upaya pencarian dan evakuasi masih jauh dari kata selesai.

Foto tangkapan layar Kapolda sumbar bantu evakuasi Mayat korban Bencana Alam Di Agam Sumatera Barat

Lebih mengkhawatirkan lagi, laporan dari lapangan menyebut sekitar 300 warga masih hilang dan belum ditemukan. Cuaca buruk, hujan intensitas tinggi, serta kondisi tanah yang labil membuat proses pencarian berlangsung sangat sulit. Petugas harus bekerja dalam kondisi ekstrem, di tengah daerah yang tersapu bersih oleh aliran galodo dan tumpukan lumpur setinggi pinggang orang dewasa.

Di tengah bencana bertubi-tubi ini, rasa kebersamaan warga kembali menjadi penopang utama. Masyarakat bergerak bahu-membahu bersama petugas membuka akses darurat, mengevakuasi korban, serta menyiapkan posko sementara untuk menyelamatkan mereka yang selamat.

Kapolda Sumbar  Irjen Pol Gatot Trie Suryanta menegaskan bahwa Polri akan terus berada di garis depan, memastikan setiap korban ditemukan dan setiap keluarga mendapatkan kepastian serta penanganan yang layak. “Semoga Allah SWT memberikan kekuatan bagi keluarga yang terdampak dan melindungi seluruh personel yang bertugas,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Dengan bencana yang terus meluas di berbagai kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan status tanggap darurat. Masyarakat diimbau tetap waspada, menjauhi kawasan rawan galodo dan longsor, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Sumatera Barat kembali menangis. Dan Agam, hari ini, menjadi wajah paling pahit dari duka besar itu.

Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version