, Kabgor – Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Hadijah U. Tayeb, menghadiri Sosialisasi Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Pola Agroforestry Tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2021, Selasa (02/03/2021).
Kegiatan sosialiasi yang dilaksanakan oleh Balai BAPEDAS Tingkat Kabupaten Gorontalo yakni terkait dengan meningkatnya kerusakan lahan yang ada di Wilayah Kabupaten Gorontalo.
Saat diwawancarai, Hadijah mengatakan, sosialisasi kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan agroforestry dilakukan untuk beberapa desa di Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo, karena tingkat kerusakan hutan yang ada sudah masuk pada zona yang kritis.
“Ini penting sekali karena kita melihat kerusakan hutan di wilayah Kabupaten Gorontalo itu sudah mencapai kurang lebih 34,9% dan itu sudah angka yang fantastis,” ungkap Hadijah.
Sementara itu, Heru Permana selaku Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) menambahkan, parameter menjadi bahan pertimbangan yang menunjukan kerusakan hutan di wilayah Kabupaten Gorontalo terjadi, yang tadinya lahan hutan berubah menjadi lahan perkebunan Jagung.
“Jadi kegiatan ini untuk menyamakan presepsi dan menyadarkan semua pihak, bahwa kerusakan hutan dan lingkungan sudah terjadi di depan mata kita,” ujar Kepala BPDASHL.
Teakhir Heru menyampaikan, kerusakan hutan memang belum dirasakan saat ini, akan tetapi perubahan-perubahan alam itu akan mulai nampak seiring berjalannya waktu.
“Mungkin belum kita rasakan sekarang, tetapi perubahan-perubahan itu mulai nampak. Oleh sebab itu perlu adanya sosialisasi yang lebih luas lagi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bagaimana supaya menjaga serta melestarikan alam,” pungkasnya. (Daily17/Sispatingki)













