Langkah Pemkab Bone Bolango Perjuangkan Nasib Tenaga Honorer

Dailypost.id

DAILYPOST.ID , Bone Bolango- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango merencanakan sejumlah langkah kebijakan untuk memperjuangkan nasib tenaga honorer di wilayah Bone Bolango.

Nasib ribuan tenaga honorer di Bone Bolango pun saat ini berada di ujung tanduk. Namun demikian, pemerintah daerah setempat mengupayakan sejumlah langkah untuk meminimalisir dampak dari kebijakan tersebut.

Hal itu diungkapkan Sekertaris Daerah (Sekda) Bone Bolango, Ishak Ntoma usai kegiatan Forum Komunikasi Kepegawaian yang dilaksanakan di Hotel Aston, Jumat (12/08/2022).

“Pengurangan tenaga honorer ini kita lihat dari tiga klaster, pertama dilihat dari kompetensinya, kedua kita lihat dari lokasi dan yang ketiga kita lihat dari profesinnya, khusus profesinya guru honorer, tenaga teknisi dan tenaga kesehatan tidak serta merta kita rumahkan,” tuturnya.

Senada dengan itu, kata Ishak, untuk tenaga honorer guru masih berkisar 620-an dan tenaga medis 400-an maka ini diupayakan jalan keluarnya.

“Nah guru honorer itu sendiri masih ada 620-an kemudian kita rumahkan semuanya lalu siapa yang akan mengajar? begitupun dengan tenaga kesehatan masih ada 400-an di puskesmas dan di rumah sakit maka ini akan dibuat semacam telaah ke pak bupati bagaimana jalan keluar untuk tenaga seperti itu,” jelasnya.

Ishak menambahkan yang menjadi permasalahan adalah untuk tenaga administrasi, maka pemerintah Bone Bolango akan mengambil langkah mengupayakan bagaimana tenaga administrasi masih bisa dipekerjakan.

“Nah tenaga administrasi ada beberapa strategi yang akan kita tempuh, yang pertama kita buat klaster sesuai databasenya seperti berapa lama dia mengabdi, kompetensi, keterampilan, domisili dan kondisi keluarga dan hal-hal lain yang akan dipertimbangkan,” tandasnya.

Lanjut kata Ishak, hasil dari analisis database akan keluar tiga opsi, opsi pertama yang bersangkutan dilihat masih bisa dipertimbangkan maka akan ditempatkan di tenaga administrasi untuk membantu sekolah, kedua yang bersangkutan punya bakat wirausaha, maka di tahun 2022 apabila mendapat APBD-P maka akan disiapkan bimtek untuk tenaga honorer yang berbakat di wirausaha, yang ketiga jika sudah tidak bisa dipertimbangkan, maka itu yang akan dirumahkan.

“Untuk rencana ini tidak serta merta semuanya bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” lanjutnya.

Ishak mengungkapkan langkah selanjutnya dalam waktu dekat akan membagi beberapa tim untuk mendatangi setiap SKPD dan mengundang seluruh tenaga honor untuk rapat.

“Kita akan rapat di sana saya akan cek SK yang dipegang BKD apakah sama tenaga honorer yang masih aktif di tahun 2022 dan kita akan cocok dengan yang di dinas untuk melihat siapa yang tidak aktif lagi agar tidak terjadi penyelewengan,” tegasnya. (adv/Jeff)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version