NGAWI, Dailypost.id – Meskipun belum ada desa yang mengajukan permintaan droping air bersih hingga pertengahan Juli 2026.
Untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi siapkan berbagai sarana prasarana seperti armada truk tangki, tandon air, serta terpal sebagai penampungan air bersih. Kamis (16/7/26).
Mitigasi BPBD Kabupaten Ngawi mendata masih ada 11 desa di lima kecamatan di Ngawi yang masuk dalam kerawanan kesulitan air bersih saat musim kemarau tiba.
Prila Yudha kepala Pelaksana BPBD Ngawi mengatakan potensi krisis air bersih dalam beberapa tahun terakhir cenderung menurun.
“Hal itu dipengaruhi dengan adanya program Pamsimas serta pembangunan sambungan air bersih oleh Pemkab Ngawi melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman,” katanya.
Meskipun demikian, BPBD Ngawi menghimbau desa segera ajukan surat permohonan distribusi air bersih apabila membutuhkan droping air agar penyaluran dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.(*)













