, KOTAMOBAGU — Duka akibat tragedi drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, masih menyelimuti keluarga para korban. Di tengah suasana kehilangan tersebut, anggota DPRD Kota Kotamobagu, Panji Merdeka Putra, memilih datang langsung menemui keluarga korban.
Pada Rabu, 12 Agustus 2026, Panji bersama rombongan mendatangi delapan rumah keluarga korban yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kota Kotamobagu dan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Selain menyampaikan belasungkawa, Panji juga menyerahkan bantuan kepada keluarga korban meninggal dunia maupun korban yang masih menjalani perawatan.
Salah satu rumah duka yang didatangi berada di Desa Bilalang Tiga, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolmong. Kehadiran Panji mendapat sambutan hangat dari keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.
Rusdiyanto Mokoginta, suami almarhumah Hardianti Mokoginta, salah satu korban tragedi tersebut, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Panji.
“Terima kasih anakda Panji telah berkesempatan hadir di rumah kami,” ungkap Rusdiyanto.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Nolanda Putong, menantu almarhum Ali Ponamon. Ia mengapresiasi perhatian yang diberikan keluarga besar Panji kepada keluarga korban.
“Kami sekeluarga turut menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Pak Benny Rhamdani, yang telah hadir di tengah keluarga yang berduka,” kata Nolanda.
Dalam kesempatan itu, Panji menegaskan bahwa kunjungannya tidak berkaitan dengan kepentingan politik maupun batas daerah pemilihan.
Menurutnya, musibah yang terjadi di Upai merupakan persoalan kemanusiaan yang harus mendapat perhatian bersama, tanpa melihat latar belakang maupun wilayah politik.
“Dukacita ini murni masalah kemanusiaan. Tidak ada kaitan dengan politik. Karena jika masalah kemanusiaan dicampuradukkan dengan politik, maka itu akan menggugurkan nilai kemanusiaan,” tegas Panji.
Politisi Partai Hanura tersebut mengatakan, dirinya sengaja turun langsung untuk menunjukkan bahwa kepedulian terhadap keluarga korban tidak boleh dibatasi oleh sekat daerah pemilihan.
“Saya buktikan kedatangan saya untuk berkunjung ke keluarga korban, tidak urusan dengan daerah pemilihan. Mari kita selalu berprasangka baik,” ujarnya.
Panji juga datang mewakili keluarga besar Benny Rhamdani dan Sri Tanti Angkara. Ia menyampaikan permohonan maaf karena keduanya belum dapat hadir secara langsung di tengah keluarga korban.
“Ayah (Benny Rhamdani, red) dan Bunda (STA) menyampaikan permohonan maaf karena belum berkesempatan hadir di tengah keluarga yang berduka. Saya mewakili keluarga besar menyampaikan turut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan korban yang masih dirawat secepatnya diberikan kesembuhan,” tutur Panji.
Ia menyadari bantuan yang diberikan tidak akan mampu menggantikan kehilangan yang dialami keluarga. Namun, Panji berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi situasi sulit.
Tragedi drag race di Upai sendiri menjadi salah satu peristiwa memilukan yang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Insiden tersebut menyebabkan delapan orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Bagi Panji, peristiwa itu harus menjadi bahan evaluasi bersama. Keselamatan peserta maupun penonton, menurutnya, harus ditempatkan sebagai prioritas dalam setiap penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan kendaraan berkecepatan tinggi.
“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga agar ke depan keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan yang kita selenggarakan,” pungkasnya. ( MAN)













