https://wa.wizard.id/003a1b

Pejabat Administrator Didorong Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Dailypost.id
Pj. Gubernur Gorontalo Rudy Salahuddin saat memberikan sambutan pada kegiatan Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan IV, yang berlangsung di Aula BPSDM provinsi, Kamis (3/10/2024). (Foto: Kominfotik)

DAILYPOST.ID Gorontalo – Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin, mengajak seluruh pejabat administrator di Provinsi Gorontalo untuk berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Rudy saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan IV di Aula BPSDM Provinsi Gorontalo, Kamis (3/10/2024).

Dalam sambutannya, Rudy menekankan pentingnya sinergi antar sektor untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan di Gorontalo. Ia mengajak para peserta pelatihan untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan bekerja keras dalam meningkatkan daya saing daerah.

“Kita memerlukan pemimpin yang mampu mendorong kinerja lintas sektor, dan saya berharap para peserta di sini dapat menjadi motor penggerak dalam mewujudkan Gorontalo yang berdaya saing,” ujar Rudy.

Pelatihan ini, lanjut Rudy, harus dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta untuk memperdalam pemahaman mereka tentang kepemimpinan dan memperluas wawasan, terutama dalam hal kompetensi teknis dan manajerial yang diperlukan untuk mendukung program pembangunan daerah. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan kompetensi digital di era modern.

“Manfaatkan pelatihan ini sebagai kesempatan emas untuk belajar dari para widyaiswara yang berpengalaman. Selain itu, kompetensi digital juga perlu diasah karena sangat penting di era sekarang,” tambahnya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan standar kompetensi manajerial dan kepemimpinan para pejabat administrator. Pelatihan ini, menurut Budi, juga bertujuan untuk menjamin akuntabilitas jabatan yang berkaitan dengan kinerja organisasi sesuai standar operasional prosedur.

“Akuntabilitas jabatan yang dimaksud adalah kemampuan untuk mengendalikan pelaksanaan kinerja organisasi sesuai standar yang telah ditetapkan. Pejabat juga harus mampu membangun karakter dan sikap kepemimpinan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme,” jelas Budi.

Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta, terdiri dari 31 pejabat administrator, tiga pejabat pelaksana tugas (Plt), empat pejabat pengawas, dan dua pejabat fungsional. Pelatihan telah dimulai sejak 26 Agustus 2024 dengan metode Massive Open Online Course (MOOC) dan E-Learning, dan akan berlanjut hingga 28 Desember 2024 dengan sesi klasikal.

(D09)
Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version