https://wa.wizard.id/003a1b

Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif di Gorontalo Jadi Fokus Diklat Sesparlu dan PKN

Dailypost.id
Visitasi peserta Diklat Sesparlu dan PKN ke Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Senin (14/10/2024). (Foto : Diskominfotik)

DAILYPOST.ID Gorontalo — Pengembangan sektor ekonomi kreatif di Provinsi Gorontalo mendapat perhatian khusus dalam rangkaian kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-75 serta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Salah satu kegiatan penting dari Diklat tersebut adalah visitasi para peserta ke Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Senin (14/10/2024), dengan fokus utama pada lokus ekonomi kreatif di daerah tersebut.

Bambang Budhianto, pendamping dari Lembaga Administrasi Negara, menjelaskan bahwa kelompok dua dari peserta Sesparlu dan PKN akan mengevaluasi dan mempelajari kepemimpinan strategis dalam sektor ekonomi kreatif. Hasil dari visitasi ini akan menjadi rekomendasi untuk meningkatkan sektor pariwisata di Gorontalo. “Jika ditemukan potensi yang bisa dikembangkan, saran tersebut akan diusulkan untuk mendorong sektor ekonomi kreatif agar lebih maju,” ungkap Bambang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini adalah pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih komprehensif.

“Kami tidak lagi melakukan pengembangan secara parsial, tetapi menyatukan berbagai komponen dalam ekosistem ekonomi kreatif, yang meliputi kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi,” jelas Aryanto.

Menurut Aryanto, konsep ekosistem ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif. Dengan adanya ekosistem yang terpadu, pelaku ekonomi kreatif dapat memberikan nilai tambah pada produk mereka, meningkatkan daya saing, aksesibilitas, serta perlindungan hukum.

“Kami mengupayakan agar intervensi pengembangan ekonomi kreatif di Gorontalo dapat dilakukan secara holistik melalui program KaTa Kreatif dan pengembangan desa wisata di kabupaten/kota,” tambahnya.

Selain Dinas Pariwisata, peserta Sesparlu dan PKN juga melakukan visitasi ke beberapa instansi terkait lainnya, seperti Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan Daerah, serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Gorontalo. Kelima kelompok ini diharapkan dapat memberikan masukan strategis yang bermanfaat bagi pengembangan ekonomi kreatif dan sektor lainnya di Provinsi Gorontalo.

(d09)
Share:   
sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version