, Gorontalo- Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, menekankan pentingnya komitmen bersama dalam upaya memberantas korupsi dan menyukseskan gerakan antikorupsi. Pernyataannya disampaikan saat membuka acara puncak Peringatan Harkordia Tahun 2023 di Grand Palace Convention Center pada Kamis.
Menurut Ismail, tindakan korupsi menjadi akar dari berbagai persoalan yang melanda. Sifat korupsi yang merusak dapat mengganggu pencapaian berbagai target pemerintahan. Untuk itu, ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berkomitmen menjadikan Provinsi Gorontalo sebagai contoh yang mengedepankan transparansi dan keterbukaan informasi publik.
“Penting bagi kita untuk sadar bahwa membangun budaya antikorupsi dimulai dari kesadaran diri. Korupsi tidak sesuai dengan kehendak siapapun. Oleh karena itu, langkah konkret harus dilakukan oleh kita semua,” ungkap Ismail.
Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa komitmen pemerintah provinsi dalam menjalankan gerakan antikorupsi melibatkan sosialisasi, edukasi, dan penguatan budaya antikorupsi. Dia menekankan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan lingkungan sekitarnya untuk menghadapi tantangan yang ada.
“Kesiapan SDM dan lingkungannya dalam menghadapi berbagai tantangan sangat penting. Tantangan-tantangan ini dapat diatasi dengan menerapkan tata kelola pemerintahan yang bersih, baik, dan bebas dari korupsi,” tambahnya.
Peringatan Harkordia juga ditandai dengan penyematan pin anti korupsi bagi perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, dan tokoh masyarakat. Penyematan pin tersebut diharapkan dapat memicu kesadaran akan pentingnya mencegah tindak korupsi baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kesadaran dan komitmen bersama, diharapkan gerakan antikorupsi ini akan semakin kuat dan memberikan dampak positif dalam membangun lingkungan yang bersih dari korupsi di Provinsi Gorontalo.
(*)












