PARE-PARE – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hiswana Migas Pare-Pare menggelar program upskilling bagi operator dan pengawas SPBU wilayah Fuel III Sulselbar sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan Lagota Cafe, Pare-Pare, tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia yang berada di garda terdepan pelayanan energi.
Pelatihan diikuti puluhan operator dan pengawas SPBU dengan materi yang mencakup pembaruan regulasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM), peningkatan kualitas layanan pelanggan, penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), serta penguatan implementasi Program Subsidi Tepat melalui verifikasi QR Code pada transaksi BBM bersubsidi.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat standar pelayanan SPBU di wilayah Pare-Pare dan sekitarnya. Para peserta dibekali keterampilan pelayanan prima, penanganan keluhan pelanggan secara profesional, hingga penguatan pemahaman terhadap standar operasional prosedur (SOP) guna menghadirkan pelayanan yang lebih optimal dan konsisten.
Penjabat Sementara (Pjs.) Sales Branch Manager Sulselbar III Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Ridho Hasbullah, mengatakan program pelatihan tersebut rutin dilaksanakan untuk memastikan kompetensi operator terus berkembang sesuai kebutuhan operasional di lapangan.
“Melalui pelatihan ini kami ingin memastikan operator selalu mengikuti perkembangan regulasi, memiliki kemampuan memberikan pelayanan yang profesional, serta mampu menangani masukan maupun keluhan pelanggan dengan tepat. Di saat yang sama, kami juga terus memperkuat penerapan budaya HSSE agar setiap pekerja dapat menjalankan tugas dengan aman, nyaman, dan sesuai standar operasional,” ujar Ridho.
Menurutnya, kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari kecepatan melayani konsumen, tetapi juga kemampuan operator dalam memberikan solusi atas keluhan pelanggan serta menjalankan setiap tahapan pekerjaan sesuai prosedur yang berlaku.
Ridho menambahkan bahwa verifikasi QR Code pada Program Subsidi Tepat menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.
“Verifikasi dilakukan pada setiap transaksi BBM bersubsidi sebagai bagian dari pengawasan agar penyaluran berlangsung sesuai ketentuan. Langkah ini mendukung distribusi energi yang lebih tepat sasaran sekaligus menjaga hak masyarakat yang berhak menerima BBM bersubsidi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Pare-Pare, H. Ibrahim Mukti, menilai pelatihan tersebut juga berperan penting dalam meningkatkan kapasitas pengawas SPBU untuk menjaga kualitas pelayanan kepada konsumen.
“Pengawas memiliki peran penting dalam memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga. Melalui pelatihan ini diharapkan pengawas semakin mampu melakukan pembinaan kepada operator, menjaga kualitas dan kuantitas penyaluran BBM, serta merespons berbagai dinamika pelayanan di lapangan secara cepat dan tepat,” ungkap Ibrahim.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi insan SPBU merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan energi yang andal bagi masyarakat.
“Operator dan pengawas SPBU merupakan ujung tombak pelayanan Pertamina kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan kompetensi, penguatan budaya keselamatan, serta pemahaman terhadap regulasi menjadi aspek penting yang terus kami dorong agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Lilik.













