, MEDAN – Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 resmi berakhir pada Minggu (2/8/2026) setelah berlangsung selama 31 hari, sejak 3 Juli 2026. Penyelenggara mencatat sebanyak 161.309 orang menghadiri ajang tahunan tersebut dengan nilai perputaran transaksi ekonomi mencapai Rp50.712.483.695.
Direksi PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PT PPSU) menyatakan penyelenggaraan PRSU tahun ini menjadi momentum untuk memulai transformasi PRSU menjadi ajang promosi perdagangan, investasi, pariwisata, budaya, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang lebih profesional dan berdaya saing.
“Usia emas PRSU menjadi titik awal untuk membangun penyelenggaraan yang lebih modern, inklusif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Sumatera Utara,” demikian pernyataan Direksi PT PPSU.
Mengusung tema “Harmoni Emas”, PRSU ke-50 menghadirkan paviliun dari kabupaten dan kota di Sumatera Utara serta satu paviliun dari Pulau Pinang, Malaysia. Pameran juga diikuti 50 peserta Pameran Terpadu yang terdiri atas organisasi perangkat daerah (OPD), perguruan tinggi, dan pelaku UMKM.
Selain itu, terdapat 13 tenant kuliner dan 12 peserta Sumut Merchant Coffee Culture yang mempromosikan produk kuliner dan kopi khas Sumatera Utara. Penyelenggara juga menyediakan layanan publik melalui Paviliun Dinas Pendidikan serta sejumlah fasilitas rekreasi keluarga.
Selama penyelenggaraan, panggung hiburan PRSU menampilkan 3.064 pengisi acara, terdiri atas 201 talenta nasional, 1.274 talenta kreatif Sumatera Utara, 1.333 penampil seni budaya, dan 256 peserta berbagai kompetisi. Lebih dari 75 persen penampil berasal dari Sumatera Utara.
Penyelenggaraan PRSU ke-50 didukung lebih dari 600 personel yang melibatkan event organizer, petugas keamanan, tenaga kesehatan, petugas kebersihan, pemadam kebakaran, teknisi, relawan, dan unsur pendukung lainnya.
Menurut PT PPSU, penyelenggaraan PRSU tahun ini juga dilaksanakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pelaksanaan kegiatan didukung melalui kemitraan dengan pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, serta berbagai mitra strategis.
Selama pelaksanaan PRSU, sejumlah agenda kerja sama juga dilakukan untuk mendukung pengembangan kawasan dan investasi. Di antaranya penjajakan kolaborasi dengan Persatuan Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, PT CNEC Engineering Indonesia, PT Kartika Amersial Aquasys, serta penandatanganan nota kesepahaman dengan Rumah Sakit Umum Haji Medan.
PRSU ke-50 juga mendapat perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI yang meninjau pelaksanaan pameran sekaligus membahas peluang pengembangan PRSU menjadi agenda promosi berskala nasional.
Direksi PT PPSU menyatakan seluruh masukan dan kritik dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun mendatang.
Ke depan, PT PPSU menargetkan PRSU berkembang tidak hanya sebagai pesta rakyat, tetapi juga menjadi trade fair bertaraf nasional yang mampu mempertemukan pelaku usaha, investor, pemerintah, dan masyarakat guna mendorong perdagangan, investasi, pariwisata, budaya, dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.
Penyelenggaraan PRSU ke-50 turut didukung sejumlah sponsor dan mitra strategis, antara lain Indosat melalui merek Tri dan IM3, Bank Sumut, Oxygen, Podomoro City DeliPark Medan, Lazada, Gojek, INALUM, Agincourt Resources, PDAM Tirtanadi, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Kawasan Industri Medan, PTPN IV, dan PT Musim Mas.(JB).













