, Bone Bolango – Pihak manajemenrumah sakit responsif terhadap keluhan masyarakat terkait pelayanan yang kurang maksimal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila.
Direktur RSUD Toto Kabila, Serly Daud, dalam tanggapannya melalui pesan WhatsApp pada Selasa (27/06/2023), menyampaikan bahwa keluhan tersebut telah diteruskan oleh Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli, dan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lukman A. Daud, untuk segera ditindaklanjuti.
Serly Daud menjelaskan bahwa keluhan tersebut sedang dibahas bersama Kepala Bidang Pelayanan, Thaib Saleh. Pihak rumah sakit mencatat keluhan tersebut sebagai perhatian bersama.
“Pada saat ini kami sedang membahas keluhan tersebut dengan Kepala Bidang Pelayanan dan juga mencatatnya di unit pengaduan kami,” ungkap Serly Daud melalui pesan WhatsApp.
Pada hari Rabu (28/06/2023), Thaib Saleh, selaku Kepala Bidang Pelayanan RSUD Toto Kabila, memberikan tanggapan melalui pesan WhatsApp bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh staf akan mendapatkan tindakan tegas.
“Mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh staf, aturan kami jelas. Yang bersangkutan akan dinonaktifkan terlebih dahulu dari tempat/ruangannya (dipindahkan ke administrasi jika bertugas di pelayanan). Selanjutnya, kami akan memberikan kesempatan untuk klarifikasi dan memberikan surat peringatan/SP 1,” tulisnya dalam pesan WhatsApp.
Thaib menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan masyarakat terhadap pelayanan di RSUD Toto Kabila. Dia menjelaskan bahwa keterbatasan pelayanan saat ini disebabkan oleh pembangunan dan renovasi gedung-gedung pelayanan RSUD Toto Kabila selama delapan bulan terakhir.
Gedung-gedung yang sedang direnovasi antara lain gedung Interna 2, gedung perawatan anak, dan Kebidanan kandungan. Akibatnya, perawatan anak dan kebidanan dialihkan ke gedung VIP, sementara perawatan di interna dialihkan ke ruang perawatan Bedah.
“Sebagai akibatnya, kapasitas tempat tidur di RSUD Toto mengalami pengurangan sekitar 30% dari sebelumnya. Hal ini menyebabkan penumpukan dan keterlambatan pemindahan pasien dari IGD ke ruang perawatan,” jelasnya.
Namun, Thaib mengungkapkan bahwa pembangunan salasar yang menghubungkan IGD dengan ruang perawatan sudah selesai dan diharapkan dapat difungsikan pada bulan depan.
“Beberapa pasien tertentu yang masuk IGD masih perlu dilakukan stabilisasi dan observasi di IGD sebelum diputuskan untuk masuk ke ruang perawatan atau dirujuk ke rumah sakit lain jika tidak ada bidang pelayanan spesialis di RS Toto Kabila,” tambahnya.
Thaib juga menjelaskan bahwa sejak bulan April 2023, RSUD Toto sudah menggunakan KTP sebagai kartu identitas utama untuk pendaftaran pasien, menggantikan kartu JKN/KIS. Pasien hanya perlu membawa KTP, namun bagi mereka yang belum memiliki KTP, biasanya diminta kartu JKN-KIS atau identitas lain yang dapat digunakan untuk memeriksa kepesertaan BPJS Kesehatan.
Dalam hal komunikasi, informasi, dan edukasi, Thaib menyatakan pentingnya dalam memberikan pelayanan. Meskipun tingkat kepuasan setiap individu berbeda-beda, sebagai pelayan medis, terdapat standar dan prosedur yang harus diikuti untuk melayani pasien dan masyarakat.
“Hal ini sering kali menyebabkan miskomunikasi antara pelayan dan pengunjung RS Toto Kabila. Terutama bagi mereka yang sakit atau pendamping pasien yang kondisi psikologisnya saat itu ingin segera mendapatkan perawatan untuk sembuh dari sakitnya. Oleh karena itu, kami dari manajemen RSUD Toto Kabila berkomitmen untuk terus memperbaiki hal-hal ini,” tutupnya.
Dalam menghadapi keluhan, RSUD Toto telah menyediakan media-media untuk mengajukan komplain secara langsung melalui pojok komplain, kotak saran di website RS Toto, dan media sosial (WhatsApp, Facebook, Instagram). RSUD Toto juga memiliki SOP penanganan komplain. (Jefri)












