Sakral, Ritual Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong Trenggalek

DAILYPOST.ID ,Trenggalek – 
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, melarung kepala  Kerbau ke Dam Bagong, Kelurahan Ngantru, Kecamatan/ Kabupaten Trenggalek, Jumat (16/6).

Upacara adat tahunan larung Kepala Kerbau berlangsung meriah dan sakral yang disaksikan ribuan warga, tokoh masyarakat serta tokoh agama.

Sehari sebelumnya, rangkaian acara prosesi larung sudah dimulai, dengan mengkirab kerbau dari makam Nyai Roro Krandon di Desa Kerjo, Kecamatan Karangan menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha, dan berakhir di Makam Setono Bagong.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, mengatakan semangat dari upacara adat tersebut adalah bersedekah dengan harapan mendapatkan berkah Allah SWT.

Nyadran Dam Bagong sendiri merupakan bentuk penghormatan masyarakat atas perjuangan Ki Ageng Menak Sopal yang telah berjasa membawa kemakmuran masyarakat setelah membangun Dam Bagong.

Selain menghalau banjir, keberadaan Dam Bagong juga bermanfaat untuk irigasi pertanian sehingga dapat meningkatkan produktivitas petani di Trenggalek.

“Ini prosesi nyadran sudah dilaksanakan. Semoga sedekahnya seluruh warga Desa Ngantru dan sedekahnya seluruh warga Desa Kerjo nanti dibalas Allah dengan rejeki yang melimpah,” ujar Mas Ipin sapaan akrab Bupati Trenggalek di lokasi.

Menurut Mas Ipin, upacara adat tersebut juga mempunyai dua filosofi yang penting terutama untuk dirinya sebagai pelayan masyarakat.

“Kepala adalah simbol kehormatan dan kepercayaan. Sebagai pelayan masyarakat, kepercayaan itu adalah segala-galanya,” imbuhnya

Sedangkan kerbau secara utuh melambangkan makhluk Tuhan yang semaksimal mungkin harus bekerja keras untuk mengejar mimpi dan cita-citanya.

Dua filosofi tersebut yaitu kepercayaan dan kerja keras diyakini Mas Ipin akan menghantarkan manusia pada kesuksesan.

Mas Ipin juga menampik anggapan upacara adat tersebut bisa menyebabkan difteri karena melarung kepala kerbau ke sungai karena setelah dilemparkan, masyarakat langsung berlomba mendapatkan kepala kerbau tersebut.

“Jadi tidak ada yang tertinggal di aliran sungai. Sebenarnya upacara adat ini adalah sedekah untuk masyarakat. Jadi dagingnya dimakan lagi oleh masyarakat,” sambungnya

Untuk memastikannya, Mas Ipin juga telah memerintahkan dinas terkait untuk memeriksa secara berkala karena air dari Dam Bagong tidak hanya mengaliri sawah yang ada di Kecamatan Trenggalek tapi juga mengaliri sawah Kecamatan Pogalan dan seterusnya.

Saking pentingnya peran Dam Bagong, saat ini tengah dibangun proyek strategis nasional dengan mereplikasi atau membesarkan Dam Bagong dengan membangun Bendungan Bagong yang berlokasi di Desa Sumurup.

“Nah ini adalah perjuangan Menak Sopal zaman dulu dengan Menak Sopal zaman kini dan untuk Menak Sopal jaman kini itu ya kita semua,” ucap pemimpin muda itu.

Mas Ipin sendiri juga berharap pembangunan Bendungan Bagong bisa selesai tepat waktu dan bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat

“Kita berdoa semoga masyarakat di sana yang mengikhlaskan kegiatan pembangunan bisa berjalan semoga diberi rizqi yang melimpah,” doa Mas Ipin. (Sar) 

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version