, Kotamobagu- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kotamobagu terus berupaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Salah satu upaya tersebut, DP3A menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Selasa 28 Juli 2026 bertempat di Gedung BPU Bontean Desa Bilalang Satu Kecamatan Kotamobagu Utara.
Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Kotamobagu dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan perempuan terlebih kepada remaja dan anak-anak demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, sehat dan ramah anak.
Dalam sambutannya, Kepala DP3A Kota Kotamobagu Sarida Mokoginta menekankan bahwa remaja dan anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi.
“Kita didik dan kita arahkan agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Sarida juga menambahkan bahwa masih sangat marak di lingkungan masyarakat terkait dengan perkawinan anak. Sehingga menurutnya, semua elemen harus berperan, baik orang tua, tenaga pendidik, tokoh masyarakat sebagai fungsi pengawasan dan juga aparat pemerintah.
“Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, kita berharap akan tumbuh kesadaran dan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya perlindungan anak dan remaja dari segala bentuk kekerasan,” lanjutnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Kotamobagu Utara Kusnadi Pobela beserta perangkat kelurahan/desa se-Kecamatan Kotamobagu Utara.
Camat Kotamobagu Utara menyambut baik kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah tentu sebagai pemerintah kecamatan, saya bersyukur karena Dinas PP dan PA Kota Kotamobagu memiliki program yang sangat baik untuk mendeteksi dini sekaligus memberikan perlindungan secara awal kepada masyarakat khususnya perempuan dan anak,” ucap Kusnadi.
Ia menambahkan kegiatan yang dilaksanakan DP3A sangat baik karena selain melibatkan anak-anak remaja dan peserta didik, juga telah melibatkan unsur pemerintah mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan/desa.
“Ini penting karena kondisi hari ini sangat memiriskan dengan melihat kronologi yang ada bahwa kekerasan banyak terjadi pada perempuan dan anak,” tambahnya.
Melalui sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan serta mekanisme pelaporan apabila menemukan atau mengalami tindak kekerasan.













