Bahasa Mongondow Bergema di Apel Pagi Pemkot Kotamobagu

Biro Kotamobagu

DAILYPOST.ID , Kotamobagu- Suasana Apel Pagi Pemkot Kotamobagu, Kamis, berlangsung berbeda dari biasanya. Seluruh rangkaian amanat yang disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu Sahaya Mokoginta menggunakan Bahasa Mongondow, menyusul pengakuan Bahasa Mongondow sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Penggunaan Bahasa Mongondow dalam apel tersebut membuat para peserta sempat terkejut, namun kemudian antusias menyimak setiap pesan yang disampaikan.

Mengawali amanatnya, Sahaya mengajak seluruh ASN untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan menjalankan tugas sebagai abdi negara.

“Igai kita komintan mopoponik syukur kon Tayowon Allah Subhanahu Wata’ala sin inogayan nya pa, barakat, badan mo moroton, moropot, Kon yosipun naton tana’a oyu’on pa koyow koi minimu komintan,” ujarnya.

Ia kemudian mengingatkan bahwa Agustus merupakan bulan yang memiliki nilai historis bagi bangsa Indonesia karena menjadi momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI, sekaligus memiliki makna penting bagi masyarakat Bolaang Mongondow.

Dalam amanatnya, Sahaya juga menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Pemkot Kotamobagu memperjuangkan pengakuan Tarian Dana-Dana dan Bahasa Mongondow hingga resmi ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia.

“Itoi naton Ki Wali Kota dr. Weny Gaib, Sp.M., bo Ki Wakil Wali Kota Rendy V. Mangkat, S.H., M.H., nonongganut kon itoi minta in adat nogusul kon Pomarentah Pusat. Alhamdulillah, in Pomarentah Pusat no tetapkan adat budaya naton, Tarian Dana-Dana bo Bahasa Mongondow nobalik budel (Warisan) Budaya Bangsa Indonesia,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh ASN agar tidak hanya bangga atas pengakuan tersebut, tetapi juga membiasakan penggunaan Bahasa Mongondow dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya menjaga identitas budaya daerah.

“Jadi mulai kon singgai tana’a, inggai kita komintan salalu pa tumo Mongondow bo salalu padoman ouman tomo Mongondow kota’ awan adi’ bo ompu naton. Ko’onda umpaka kon kantor, sikola ko ondaka dika bi’ mo oya’ tu mo Mongondow pa kita,” pesannya.

Menjelang akhir amanat, Sahaya turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang hadir mengikuti apel pagi serta mengingatkan pentingnya disiplin dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Suasana apel semakin menarik ketika Komandan Apel menutup laporan dengan ucapan “Apel aidon nopalut,” yang langsung dijawab Sahaya dengan kata “Pobuidon.” Penutupan menggunakan Bahasa Mongondow itu sontak disambut senyum dan tawa para peserta apel.

Pelaksanaan apel pagi menggunakan Bahasa Mongondow menjadi simbol komitmen Pemkot Kotamobagu dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya yang kini telah diakui sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b sa shop gorontalo
Korek Api Keren Touch Screen
Exit mobile version