, Gorontalo – Tim reses daerah pemilihan (Dapil) III Kabupaten Gorontalo A akan menindaklanjuti setiap harapan dari pihak RSUD dr. Hasri Ainun Habibie.
Hal ini disampaikan langsung oleh salah satu koordinator reses, Sofyan Puhi saat menerima seluruh aspirasi pihak RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, di Aula RSUD itu. Senin (31/10/2022).
Sofyan mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi sangat penting untuk segera ditindaklanjuti. Pertama soal pelayanan di rumah sakit tersebut harus lebih dimaksimalkan.

“Ada beberapa hal yang kami terima disini, pertama mendorong pelayanan maksimal di rumah sakit ini. Kita perlu meningkatkan dan juga membenahi fasilitas yang ada disini. Pemerintah daerah kemarin telah berusaha untuk mendukung fasilitas ini dengan beberapa cara, lewat dana PEN gagal, maka kerjasama yang dibuat hari ini dengan Pemerintah Provinsi dan pihak rumah sakit ialah kerjasama operasional (KSO),” ungkap Sofyan saat diwawancarai. Senin (31/10/2022).
Harapan berikutnya soal pemanfaatan gedung ex mall Limboto. Kata Sofyan, pihaknya akan melakukan kajian kelayakan terlebih dahulu untuk memastikan apakah gedung tersebut bisa dimanfaatkan sampai sejauh mana.
“Yang berikutnya soal pemanfaatan gedung ex mall ini. Apakah gedung ini masih layak untuk dimanfaatkan atau tidak, nanti kita tunggu kajian dari Dinas PU. Kalau memang masih layak, ini akan kita manfaatkan untuk perkantoran dan poli klinik. Kalau ini tidak layak, maka ini akan kita bongkar sesuai Peraturan Menteri Kesehatan,” jelasnya.
“Gedung ini sempat dilakukan pengkajian soal kelayakan tadi, tapi sudah lama. Maka kami minta dilakukan kajian terbaru. Kalau dilihat keadaan gedung ini sekarang sangat tidak mungkin untuk dimanfaatkan sebagai ruang rawat inap,” sambungnya.
Selain itu, pihak RSUD dr. Hasri Ainun Habibie juga menyampaikan harapan mereka soal pemanfaatan solar cell sebagai energi listrik. Saat ini diketahui pihak rumah sakit harus membayar ratusan juta hanya untuk listrik saja.
Berangkat dari hal tersebut, Sofyan akan mengupayakan agar RSUD dr. Ainun Habibie dapat menggunakan solar cell tersebut untuk menekan jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar listrik.
“Berikutnya soal energi, dimana kita tau rumah sakit itu butuh energi yang besar. Saat ini pihak rumah sakit kalau membayar listrik itu bisa sampai 130 juta setiap bulannya. Jadi kita harus memanfaatkan energi terbahrukan, misalnya energi surya, minimal ini bisa menekan biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak rumah sakit,” tutupnya. (adv/Iyal)












