, Kota Gorontalo – Dalam rangka meningkatkan kualitas penanggulangan bencana di daerah, khususnya gempa bumi, Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo menggelar sosialisasi informasi hasil kajian kerentanan seismik (Mikrozonasi).
Indeks kerentanan seismik ini merupakan suatu parameter yang sangat berhubungan dengan tingkat kerawanan suatu wilayah dari ancaman resiko gempa bumi. Indeks kerentanan seismik di suatu daerah dan tingkat resiko gempa bumi terhadap kerusakan akibat gempa bumi menunjukkan adanya hubungan yang linear.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Kota Gorontalo itu di buka langsung oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid. Senin (05/12/2022).
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo, Kepala Stasiun Meteorologi kelas I Gorontalo, Kepala Pelaksana BPBD Kota Gorontalo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten/Kota Gorontalo, Kepala Bappedalitbang Kota Gorontalo,Kepala Basarnas/BPPN Gorontalo, Kepala Kodin 1304 Kota Gorontalo, serta Akademisi dari Universitas Negeri Gorontalo.
Pada kesempatan itu, Sekda Ismail menyampaikan apresiasi kepada jajaran BMKG dan BPBD atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Sehingga kerja keras ini dapat menghasikan informasi Kerentanan gempa bumi yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Gorontalo. Kerja keras tersebut sekaligus menjadi tanggungjawab kita bersama,” tutur Sekda.
Ismail mengharapkan sinergitas antara Pemkot Gorontalo dengan BMKG dapat terus terjalin dengan baik, sehingga Integrasi Informasi BMKG dalam penanggulangan bencana dapat terakomodir sebagai salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah maupun jangka panjang daerah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat sekaligus menjadi forum yang baik untuk kita berdiskusi bersama mengenai kondisi kerentanan di wilayah kota Gorontalo,” harapnya.
“Sehingga upaya penanggulangan bencana kita, dapat menjadi semakin baik semata-mata demi keselamatan dan kesejahteraan Masyarakat Gorontalo,” tandasnya. (adv/Jef)












