, MEDAN – Universitas Medan Area (UMA) mengapresiasi Paviliun Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatera Utara yang memamerkan alat telekomunikasi jadul di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50.
Yang dipamerkan antara lain telepon genggam buatan Jerman tahun 1960 dan radio Telefunken era 1950.
“Ini luar biasa dan tampil beda. Diskominfo menampilkan benda lawas, langka, antik, dan punya nilai sejarah tinggi,” kata Dosen Fakultas Psikologi UMA, Rahma Afwina, S.Psi, M.Psi, Minggu (12/7/2026).
Menurut Rahma, koleksi tersebut termasuk warisan atau heritage yang perlu dilestarikan dan dirawat agar tidak rusak. Ia menyarankan benda itu disimpan di ruangan khusus di kantor Diskominfo Sumut.
“Dari 33 paviliun kabupaten/kota dan 20 OPD, hanya Diskominfo Sumut yang memamerkan barang langka dari Jerman yang kini sulit ditemukan,” ujarnya.
Petugas stan Diskominfo Sumut, Beby, mengatakan pameran bertujuan memperkenalkan perjalanan teknologi komunikasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Melalui koleksi ini masyarakat bisa melihat bagaimana alat komunikasi berkembang. Dulu perangkat ini sangat canggih pada zamannya,” kata Beby, Kamis (9/7/2026).
Ia menyebut pameran ini jadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung berhenti, mengabadikan momen, dan bernostalgia dengan radio dan telepon.
“Harapannya masyarakat semakin menghargai sejarah perkembangan teknologi komunikasi hingga masuk era digital,” pungkasnya.(JB).













