Bone Bolango – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, meninjau langsung pendistribusian perdana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Surya Mentari Muhammadiyah di Desa Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulotalangi Timur, Kabupaten Bone Bolango, Senin (09/02/2026). Kunjungan tersebut sekaligus menandai hari pertama operasional SPPG dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Gubernur Idah menaruh perhatian khusus pada kesiapan ruang transit makanan, yang dinilai memiliki peran penting dalam menjamin kelancaran dan keamanan pendistribusian MBG. Ia menegaskan bahwa ruang transit harus berfungsi sebagai tempat penerimaan dan pengecekan makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.
“Kegiatan hari ini dimulai dengan meninjau SPPG, kemudian dilanjutkan ke sekolah-sekolah penerima MBG. Saya menekankan pentingnya ruang transit sebagai titik kontrol makanan agar kualitas dan kebersihannya tetap terjaga sebelum dibagikan kepada anak-anak,” ujar Idah.
Pada kunjungan tersebut, Wagub Idah didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Mario Mulyadi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Anang S. Otoluwa, serta jajaran Tim Satuan Tugas MBG. Rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah sekolah penerima program, di antaranya SDN 1 Bulotalangi Timur, SDN 2 Bulotalangi Timur, dan TK Kartika.
Selain kesiapan ruang transit, Wagub Idah juga menyoroti mekanisme pendistribusian MBG yang tetap dilakukan pada hari Sabtu. Khusus untuk hari tersebut, menu yang dibagikan berupa makanan kering. Ia mengingatkan pengelola SPPG agar lebih teliti dalam memastikan kualitas makanan, terutama terkait masa kedaluwarsa produk.
“Untuk hari Sabtu, menu MBG berupa makanan kering. Ini harus benar-benar diperhatikan, terutama tanggal kedaluwarsanya. Jangan sampai ada produk yang tidak layak konsumsi,” tegasnya.
Sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo, Idah juga mengevaluasi penyajian buah dalam paket MBG. Ia meminta agar buah yang berkulit tidak dimasukkan ke dalam ompreng makanan, melainkan disajikan secara terpisah guna mencegah potensi kontaminasi dengan menu lainnya.
“Buah yang berkulit sebaiknya disajikan terpisah. Ini penting untuk menjaga kebersihan dan kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak,” tambahnya.
Meski demikian, Wagub Idah memberikan apresiasi terhadap kualitas menu MBG pada hari pertama pelaksanaan. Ia berharap mutu makanan dan pelayanan dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, serta mengingatkan pihak sekolah untuk membiasakan siswa membawa perlengkapan makan sendiri.
“Untuk hari pertama ini, kualitas menu sudah baik. Tolong dijaga konsistensinya, jangan hanya bagus di awal saja. Anak-anak juga perlu diingatkan untuk membawa sendok dan tumbler air dari rumah,” pungkasnya.
Sebagai informasi, hingga saat ini tujuh SPPG telah beroperasi di Kabupaten Bone Bolango dari total 20 SPPG yang direncanakan akan dibangun sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di daerah tersebut.












