, Gorontalo – Belum difungsikan, DPRD Provinsi Gorontalo berharap agar Command Center atau pusat pemantau/komando yang dirancang Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak hanya menjadi program yang mubazir.
Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, AW Thalib saat diwawancarai awak media usai melakukan evaluasi pemanfaatan command center, di Dinas Kominfo dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Gorontalo, Selasa (21/03/2021).
“Di tahun 2023 ini kita melihat bahwa program command centre belum berfungsi sama sekali. Sehingga kita datang kesini untuk menanyakan dan juga meminta penjelasan dari kadis Kominfo bagaimana nasib command centre, apakah hanya dibiarkan menjadi sebuah program yang mubazir,” kata AW Tahlib.
Ia pun menyarankan agar pihak Kominfo Provinsi Gorontalo tidak terlalu jauh meniru kecanggihan command center yang ada di ibukota atau di daerah besar lainnya. Cukup menyajikan program yang kecil dan sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat.
“Jangan dulu kita meniru yang di Jakarta, Jawa Barat, atau Jawa tengah seperti program smart CCTV. Tetapi kita harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan kita, SDM dan kemampuan daerah ini untuk membuat dalam skala yang sederhana atau kecil tapi bermanfaat untuk masyarakat,” tuturnya.
Paling tidak kata AW Thalib, command center dapat berperan memperoleh informasi dari setiap OPD dan menyajikannya kepada masyarakat. Seperti halnya terkait informasi pengendalian bencana. Selain itu dashboard yang menyajikan data-data berkaitan dengan persoalan kesehatan masyarakat seperti stunting, covid-19 dan penyakit lainnya.
“Jadi gubernur bisa memanfaatkan command center untuk bisa menyampaikan instruksi kebawah OPD terhadap apa yang perlu dilakukan dan ditangani sehingga cepat penanganan sebuah persoalan yang dihadapi pemprov,” ujar AW.
Oleh karena itu AW menekankan agar Diskominfo yang membidangi statistik nantinya bertanggungjawab terhadap dashboard penyajian data-data pada command center, serta bertugas untuk menyajikan data yang mutakhir setiap saat.
“Jadi ini menuju pada satu data di Gorontalo yang kita harap ini terkoneksi juga dengan kabupaten/kota dan juga dari desa digital. Selain itu kita berharap pula ke pusat juga akan terkoneksi, itu kedepan. Tetapi untuk sekarang ini kita belum sampai kesana, tentu ini membutuhkan sumber daya yang begitu besar. Tapi secara bertahap kita akan lakukan pembenahan,” pungkas ketua Komisi I.
Sementara itu, Kadis Kominfotik Rifli Katili mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengoptimalkan command center. Salah satunya dengan pengintegrasian portal Gorontalo Satu Data yang saat ini sudah memetakan lebih dari 700 ribu jiwa warga Gorontalo.
“Kami juga kemarin sudah melaksanakan Rakorev dengan melibatkan kabupaten/kota, termasuk dengan BPS Provinsi Gorontalo, Bapppeda dan BPSDM. Kami berharap integrasi data ini bisa maksimal,” jelas Rifli. (**)












